News

Supir Pajero Penyebab Kecelakaan Maut di Depan Menara Saidah Kini Berstatus Tersangka

Sebelum kejadian supir tersebut mengalami kejang-kejang merasakan kram tidak sadarkan diri


Supir Pajero Penyebab Kecelakaan Maut di Depan Menara Saidah Kini Berstatus Tersangka
Ilustrasi Kecelakaan (AKURAT.CO/Luqman)

AKURAT.CO, Polisi menetapkan supir Pajero yang menyebabkan kecelakaan maut di Jalan MT Haryono, Jakarta Selatan tepatnya di depan Menara Saidah berinisial JRS (23) sebagai tersangka. 

"Dari hasil penyelidikan dan penyidikan oleh penyidik laka maka pada hari ini pengemudi pajero itu sudah atas nama JRS (23) status pelajar itu sudah kita tetapkan sebagai tersangka," kata Direktur Lalu Lintas Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo, Jumat (27/5/2022). 

Sambodo mengatakan sebelum kejadian supir tersebut mengalami kejang-kejang merasakan kram tidak sadarkan diri dan posisi kram ketika kaki sedang menginjak pedal gas. 

baca juga:

"Berdasarkan berkas kesehatan tahun 2021 tersangka ini pernah terserang stroke ringan karena kelainan di jantung. Nah kelainan jantung itu menyebabkan penyumbatan di kepala dan pada saat kejadian terjadi serangan yang kedua. Sehingga pada saat terjadi kejadian, tersangka sedang dalam keadaan tidak sadar," kata Sambodo, Jumat (27/5/2022). 

Kendati demikian, Sambodo mengatakan pihaknya belum bisa menahan tersangka. 

"Tersangka belum kita lakukan penahanan karena tsk sendiri saat ini masih dalam dirawat di RS," lanjut Sambodo. 

Sambodo mengatakan penyidik Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya masih menunggu hasil tes urine pengemudi mobil Mitsubishi Pajero tersebut. 

"Hasil pemeriksaan urin penyidik kami masih di rumah sakit masih menunggu hasil pemeriksaan," sambungnya. 

Sebelumnya, sebuah kecelakaan beruntun terjadi di Jalan MT Haryono, Pancoran, Jakarta Selatan pada Rabu (25/5/2022) malam. Kecelakaan beruntun tersebut melibatkan 8 kendaraan, yaitu 3 kendaraan mobil dan 5 buah sepeda motor. 

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengatakan, korban sementara ada enam orang.

"Dua orang dinyatakan tewas di Tempat Kejadian Perkara (TKP) sementara empat orang lainnya masih dirawat di Rumah Sakit," kata Sambodo saat dikonfirmasi, Kamis (26/5/2022). Sambodo mengatakan dua orang tersebut merupakan pasangan suami istri. 

Kini, Sambodo mengatakan satu orang sudah pulang ke rumah sementara 3 lainnya masih dirawat.