Lifestyle

Super Bangga! Desa Nglanggeran Dinobatkan Sebagai Best Tourism Village 2021

Super Bangga! Desa Nglanggeran Dinobatkan Sebagai Best Tourism Village 2021
Gunung Api Purba Nglanggeran di Kabupaten Gunung Kidul menjadi destinasi wisata unggulan di kawasan Gunungsewu (Antara photo)

AKURAT.CO, Kabar membanggakan datang dari dunia pariwisata Indonesia. Desa Wisata Nglanggeran di Kalurahan Nglanggeran, Kapanewon Patuk, Kabupaten Gunungkidul ditetapkan sebagai Best Tourism Village 2021 dari Organisasi Pariwisata Dunia di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNWTO) pada Sidang Umum UNWTO ke-24 di Madrid, Spanyol, Kamis (2/12/2021) waktu setempat. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno menyambut baik dan mengapresiasi penghargaan tersebut. Penghargaan ini diharapkan bisa menjadi kebangkitan ekonomi Indonesia khususnya di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. 

"Ini selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) dalam rangka memaksimalkan kontribusi desa wisata, lapangan kerja, dan mengurangi kesenjangan di pedesaan," kata Sandiaga Uno kepada AKURAT.CO pada Sabtu, (4/12/2021). 

Super Bangga Desa Nglanggeran Dinobatkan  Sebagai Best Tourism Village 2021 - Foto 1
Desa Wisata Nglanggeran dok Kemenparekraf

Sementara, Sekretaris Jenderal UNWTO Zurab Pololikashvili menyebut bahwa penghargaan ini adalah suatu bukti serta pengakuan terhadap desa-desa yang berkomitmen untuk menjadikan pariwsata sebagai pendorong  pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

baca juga:

"Pariwisata dapat menjadi pendorong kohesi sosial dan inclusivity dengan mempromosikan distribusi manfaat yang lebih adil di seluruh wilayah sekaligus memberdayakan masyarakat lokal,” kata Zurab Pololikashvili.

Sebelum mendapatkan penghargaan Best Tourism Village 2021, Desa Nglanggeran telah dinobatkan sebagai desa wisata mandiri inspiratif oleh Menparekraf. Tak hanya itu saja, pada 2017, desa juga ditetapkan sebagai Desa Wisata Terbaik ASEAN tahun 2017.

Adapun Desa Nglanggeran bersaing dengan 44 desa wisata lainnya dari 32 negara di dunia. Ada sembilan kriteria penilaian dalam penentuan 44 desa wisata ini sebagai UNWTO Best Tourism Village, menurut Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf/Baparekraf, Vinsensius Jemadu, yaitu : 

  • Sumber daya alam dan budaya.
  • Promosi dan konservasi sumber daya budaya.
  • Keberlanjutan ekonomi; keberlanjutan sosial.
  • Keberlanjutan lingkungan.
  • Potensi dan pengembangan pariwisata serta integrasi rantai nilai.
  • Tata kelola dan prioritas pariwisata.
  • Infrastruktur dan konektivitas.
  • Kesehatan, keselamatan dan keamanan.

Selain 44 Desa Wisata yang terpilih pada kategori UNWTO Best Tourism Villages Label, terdapat 20 desa wisata lainnya yang akan mengikuti program pada kategori UNWTO Best Tourism Villages Upgrade Programme. Seluruh 64 Desa Wisata ini masuk menjadi bagian dari UNWTO Best Tourism Villages Network.[]