Lifestyle

Delay Hingga 3 Jam, Dirut Super Air Jet Beri Penjelasan

Direktur Utama atau Chief Executive Officer Super Air Jet Ari Azhari menilai keputusan pilot untuk menunda keberangkatan sudah tepat


Delay Hingga 3 Jam, Dirut Super Air Jet Beri Penjelasan
Gambaran maskapai dan awak dari SUPER AIR JET. (Corporate Communications SUPER AIR JET)

AKURAT.CO Belakangan warganet dihebohkan dengan rekaman video yang memperlihatkan penumpang maskapai Super Air Jet melayangkan protes karena penerbangan delay hingga tiga jam pada rute dari Bandar Udara Internasional Yogyakarta Kulonprogo (YIA) tujuan Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten (CGK) pada Jumat (17/6/2022) pukul 17.10.\

Terdengar suara seorang pria meminta sang pilot untuk keluar dan bertemu dengan penumpang untuk memberikan penjelasan terkait keterlambatan tersebut. 

Di video berbeda, pramugari Super Air Jet terlihat memberikan pengertian kepada para penumpang terkait penundaan tersebut. Sementara video lainnya memperlihatkan seluruh penumpang Super Air Jet IU-319 turun dari pesawat. 

baca juga:

“Kalau tidak layak terbang, pasti kita tidak akan terbang namun kalau layak terbang pasti kita terbang, karena ini menyangkut nyawa banyak orang” ucap pramugari.

Terkait hal ini, Direktur Utama atau Chief Executive Officer Super Air Jet Ari Azhari menjelaskan bahwa penerbangan dari Yogyakarta-Jakarta pada Jumat, 17 Juni 2022 mengalami penundaan karena lampu indikator pesawat menyala. Demi keamanan seluruh penumpang dan petugas, serta memenuhi faktor keselamatan, penerbangan tersebut pun ditunda hingga pengecekan selesai dilakukan. Oleh sebab itu, keputusan pilot untuk menunda penerbangan dinilai sudah tepat.

"Penundaan keberangkatan dikarenakan ada salah satu indikator pada sistem pesawat yang menunjukkan segera dilakukan pengecekan. Keputusan pilot sangat tepat dengan memutuskan penundaan keberangkatan ke Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta," kata Ari melalui keterangan resmi yang diterima AKURAT.CO, Senin (20/6/2022).

Lebih lanjut, Ari menyatakan bahwa Super Air Jet memutuskan untuk melanjutkan penerbangan dengan pesawat yang berbeda yakni tipe Airbus 320-200 beregistrasi PK-SAQ. Pesawat tersebut sudah menjalani pengecekan menyeluruh oleh teknisi dan pilot. Pesawat tersebut sudah dinyatakan layak untuk dioperasikan serta layak terbang (safe fo flight). Atas kejadian yang mengakibatkan kerugian itu, Super Air Jet menyampaikan permohonan maaf 

"Kami mempersiapkan keberangkatan dengan mengganti menggunakan pesawat lainnya yaitu Airbus 320-200 beregistasi PK-SAQ," tutur Ari.

"Super Air Jet menyampaikan permohonan maaf dan ketidaknyamanan yang timbul. Super Air Jet telah menjalankan ketentuan menurut persyaratan yang berlaku," pungkas Ari.[]