Olahraga

Supaya Dapat Privilege, NOC Dorong Ketum PRSI Aktif di Federasi Asia dan Dunia

Indonesia saat ini sudah menjalin koneksi dengan organisasi yang menggelar kompetisi internasional water sport (FINA) dan Asia Swimming Federation (AASF).


Supaya Dapat Privilege, NOC Dorong Ketum PRSI Aktif di Federasi Asia dan Dunia
Raja Sapta Oktohari terpilih menjadi Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) untuk periode 2019-2023. ( ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj.)

AKURAT.CO, Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) atau NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari mendorong Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI), Anindya Bakrie agar berperan aktif dalam olahraga akuatik tingkat dunia.

Diketahui, Indonesia saat ini sudah menjalin koneksi dengan organisasi yang menggelar kompetisi Internasional Water Sport (FINA), dan juga Asia Swimming Federation (AASF). Oleh karena itu, Raja Sapta berharap PRSI memiliki kontribusi di kancah internasional, sehingga punya privilege di setiap turnamen renang.

PB PRSI sendiri baru saja menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PRSI 2022 di Hotel Courtyard by Marriott, Nusa Dua, Bali, Minggu (05/12/21). 

"Saya minta Pak Anindya (Ketua PRSI) aktif di Federasi Asia dan Dunia. NOC Indonesia tak mau tanggung-tanggung mendorong federasi nasional tampil," tegas Raja Sapta.

"Bukan untuk keren-kerenan, tetapi jika ada perwakilan, maka kita dapat mengatur regulasi sebagai privilege tambahan untuk Indonesia."

Apalagi, kata Raja Sapta, sebentar lagi akan ada multi-event SEA Games 2022, yang akan dilanjutkan dengan Asian Games 2022. Dua multi-event itu bermuara ke Olimpiade Paris 2024 nanti.

Pria yang akrab disapa Okto itu berharap PB PRSI bisa mencari peluang, nomor apa saja yang bisa menghasilkan medali. Sehingga Merah Putih bisa berbicara banyak di ajang kelas dunia. 

"Pengurus PRSI ke depan harus lebih jeli untuk nomor sanctioned, karena itu dapat menjadi acuan kualifikasi untuk Olimpiade," terang Okto.

"Renang selama ini selalu memiliki wakil di Olimpiade, tetapi masih dari jalur wildcard. Ini tantangan agar kita bisa lolos kualifikasi, karena Olimpiade ini multievent tertinggi."

Kirimkan Dua Atlet di Olimpiade Tokyo 

Pada Olimpiade Tokyo 2020 lalu, Indonesia mengirimkan dua atlet renang, yaitu Aflah Prawira dan Azzahra Permatahani, namun keduanya gagal melaju ke babak final. 

Aflah Prawira yang kini masih berusia 23 tahun, turun di nomor 400 m gaya bebas (freestyle) putra, sedang Azzahra tampil di 400 m individual gaya ganti (medley) putri.[]

Lihat Sumber Artikel di Indosport Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Indosport.com Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Indosport.com
Sumber: INDOSPORT