Rahmah

Sunah Bersihkan Bulu Ketiak, yang Benar Dicukur Atau Dicabut, Yak?

Begini aturan Islam soal mencukur bulu ketiak yang benar

Sunah Bersihkan Bulu Ketiak, yang Benar Dicukur Atau Dicabut, Yak?
Ilustrasi (Unsplash)

AKURAT.CO  Bukan sekadar untuk kebersihan tubuh, mencukur bulu ketiak juga merupakan bentuk kesunahan. Tetapi, banyak orang masih bingung, yang benar mencukurnya atau mencabutnya.

Mengutip NU Online, sebetulnya memang, di dalam kitab-kitab fiqih disebut, yang disunnahkan adalah mencabut, bukan mencukur. Tetapi, sungguh betapa sakitnya jika dibayangkan. Ditambah, sekarang banyak alat yang lebih mudah untuk membersihkan bulu ketiak yang tidak menyakitkan dibandingkan dengan mencabutnya langsung dengan tangan.

Imam Al-Ghazali memberi catatan dalam kitab Ihya Ulumuddin, juz I, halaman 182, bahwa jika sudah biasa mencukurnya, dan merasa sakit jika harus mencabut, maka utamakan mencukur, beliau mengatakan;

baca juga:

فأما من تعود الحلق فيكفيه الحلق إذ في النتف تعذيب وإيلام والمقصود النظافة وأن لا يجتمع الوسخ في خللها ويحصل ذلك بالحلق 

Artinya: "Adapun orang yang terbiasa mencukur (bulu ketiak), maka cukup dengan mencukur itu karena pencabutan sejenis penyiksaan dan tindakan menyakitkan. Sedangkan tujuan dasarnya adalah pembersihan dan untuk mengantisipasi pengendapan kotoran di sela lipatannya. Tujuan itu dapat tercapai dengan pencukuran."

Syaikh Nawawi juga menyebut jika mencabut bulu ketiak ini memang disunnahkan. Bahkan disunahkan secara periodik untuk dilakukan. Tapi jika merasa sakit dengan cara mencabut, maka boleh/cukup dengan mencukurnya saja.

Dalam Al-Majmu’ Syarhul Muhazhab, juz I, halaman 335, beliau mengatakan:

وأما نتف الابط فمتفق أيضا على انه سنة والتوقيت فيه كما سبق في الاظفار فانه يختلف باختلاف الاشخاص والاحوال ثم السنة نتفه كما صرح به الحديث: فلو حلقه جاز:

Artinya: "Adapun pencabutan bulu ketiak disepakati ulama sebagai sunnah dan dilakukan secara periodik sebagaimana keterangan dalam pemotongan kuku. Pencabutan secara periodik berbeda pada masing-masing orang dan kondisi. Lalu pencabutan bulu ketiak itu sunnah sebagaimana keterangan hadits. Tetapi kalau seseorang memilih cara mencukur, tentu itu dibolehkan."

Jadi, kesimpulannya, yang disunnahkan adalah mencabut, bukan mencukurnya. Akan tetapi jika merasa sakit dengan cara mencabut, maka tidak mengapa dengan cara mencukurnya. Seseorang tetap mendapatkan keutamaan/kesunahan walau dengan mencukur. Sebab tujuan utamanya adalah sama-sama untuk membersihkan. Wallahu A'lam.[]