News

Sumur Resapan Yonmek 741 di Perbatasan RI-RDTL 'Berbuah' Granat Tangan


Sumur Resapan Yonmek 741 di Perbatasan RI-RDTL 'Berbuah' Granat Tangan
Seorang warga Desa Sungkaen, Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT, Minggu (14/7/2019), secara sukarela menyerahkan satu buah granat tangan kepada Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Mekanis 741/GN (Dok. Dispenad)

AKURAT.CO, Seorang warga Desa Sungkaen, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (14/7/2019), secara sukarela menyerahkan satu buah granat tangan kepada Satgas Pamtas RI-Timor Leste (RDTL) Yonif Mekanis (Yonmek) 741/GN.

Komandan Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Mekanis 741/GN, Mayor Inf Hendra Saputra, mengungkapkan bahwa hal itu dilakukan berkat sumur resapan yang dibuat Satgas bersama warga yang manfaatnya langsung dapat dirasakan.

"Selama 4 hari, Wadanpos beserta 6 orang warga, gotong-royong membuat sumur resapan. Keesokan harinya, Ketua Adat mengundang anggota pos untuk mengikuti upacara adat dan makan bersama di tempat pembuatan sumur resapan," ungkapnya dalam keterangan resmi yang diterima AKURAT.CO, Jakarta, Senin (15/7/2019).

Menanggapi undangan Ketua Adat, lanjut Hendra, Danpos beserta beberapa anggota menghadiri acara adat sebagai rasa syukur warga, karena telah dibuatkan sumur resapan oleh pos.

"Saat acara, seorang warga yang enggan disebutkan namanya, meminta Wadanpos untuk ikut ke rumahnya. Setiba di rumah, ia masuk ke dalam dan mengambil sesuatu dari kamarnya. Saat keluar, warga tersebut kembali dengan membawa satu buah granat tangan," ujarnya.

Atas hasil temuan tersebut, Hendra mengatakan, Dankipur Satu Lettu Inf Teguh Prasetyo melaporkan kejadian kepada Dansatgas dan menyerahkan barang bukti berupa satu buah granat ke Mako Satgas.

"Dengan adanya penyerahan granat tangan secara sukarela, merupakan bentuk empati warga kepada Satgas, karena selalu hadir dan berbuat yang terbaik untuk desa binaan," katanya.

Hendra menyampaikan, pihaknya terus memberikan penekanan dan mendorong jajarannya untuk tetap fokus dalam pelaksanaan tugas, apalagi menjelang purna tugas.

"Tidak ada kata berhenti sebelum tugas dinyatakan selesai," ungkapnya.[]