News

Sumbang Gaji dan Tunjangan untuk Atasi Pandemi, 5 Fakta Menarik Plt Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi

Plt Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi melakukan berbagai gebrakan untuk mengatasi pandemi COVID-19 di wilayahnya.


Sumbang Gaji dan Tunjangan untuk Atasi Pandemi, 5 Fakta Menarik Plt Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi
Fakta Plt Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi. (Instagram/marhaendjuma)

AKURAT.CO, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi melakukan berbagai gebrakan untuk mengatasi pandemi COVID-19 di wilayahnya. Menariknya, tidak hanya gerakan sosial, Marhaen Djumadi juga mengampanyekan gerakan spiritual dalam menghadapi pandemi saat ini.

Berikut beberapa fakta menarik Marhaen Djumadi dalam menangani pandemi COVID-19.

1. Biografi singkat Marhaen Djumadi

Marhaen Djumadi lahir di Nganjuk, pada 15 Desember 1968. Ia merupakan politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P). Sebelum ditunjuk sebagai Plt Bupati Nganjuk, Marhaen merupakan wakil bupati periode 2018-2023.

Ia kemudian diangkat sebagai Plt Bupati Nganjuk, setelah Bupati Novi Rahman Hidayat ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi pada Mei 2021 lalu.

2. Mengaku sebagai pelayan rakyat bukan pejabat

Marhaen Djumadi dilantik sebagai Plt Bupati Nganjuk pada Selasa (11/5) lalu. Saat dilantik, Marhaen menyebut jika dirinya tidak merasa sebagai seorang pejabat. Namun, ia lebih menyukai jika dirinya disebut pelayan rakyat.

Marhaen Djumadi pun mengatakan agar rakyat tidak segan mengkritiknya jika kebijakan yang ia buat tidak tepat bagi masyarakat.

3. Sumbang gaji pokok dan tunjangan untuk atasi pandemi

Sebulan menjabat sebagai Plt Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi memutuskan untuk tidak mengambil gaji pokok dan tunjangan sebagai bupati. Ia memutuskan untuk menyumbangkan gaji pokok dan tunjangannya untuk penanganan COVID-19.

Baca Juga: 5 Fakta Mengejutkan Bupati Nganjuk Novi Rahman, Kekayaannya Rp116 Miliar!

4. Ajak warga saling bantu

Sebelumnya, Marhaen Djumadi mengajak masyarakat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk saling bantu. Marhaen pun sempat mendirikan 'Gerakan Templekan Wong Nganjuk' yang bertujuan sebagai wadah masyarakat untuk saling bantu, di tengah pandemi. 

5. Ajak masyarakat lakukan ritual tolak bala

Tidak hanya mengampanyekan kegiatan sosial, Marhaen juga mengajak masyarakat melakukan kegiatan spritual dalam menghadapi pandemi COVID-19.

Menurut Marhaen, tidak hanya mengedepankan upaya medis dan protokol kesehatan, ia juga mengajak masyarakat di Nganjuk mengadakan ritual tolak bala untuk keselamatan.

Dalam pelaksanaan tolak bala, Marhaen meminta masyarakat membuat nasi tumpeng dengan mengadakan doa di tiap RT.[]