Ekonomi

Sumbang 2 Persen Pemasukan Negara, Ini 5 Fakta Menarik Grup GoTo 

GoTo Financial menjadi salah satu produk layanan terbaru dari hasil merger tersebut


Sumbang 2 Persen Pemasukan Negara, Ini 5 Fakta Menarik Grup GoTo 
Bentuk 'GoTo', Gojek dan Tokopedia Umumkan Merger (dok. Gojek)

AKURAT.CO, Kabar terkait bergabungnya dua startup besar Indonesia, Gojek dan Tokopedia menjadi perbincangan hangat di warganet selama beberapa hari terakhir. Informasi yang disampaikan secara resmi oleh GoJek maupun Tokopedia tersebut pada Senin (17/5) lalu tersebut juga turut disambut hangat oleh publik. 

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan sejumlah fakta menarik terkait merger GoJek dan Tokopedia. 

1. Kabar mencuat sejak awal tahun

Kabar merger antara keduanya telah mencuat sejak beberapa bulan yang lalu. Namun, para petinggi kedua startup unicorn tersebut masih belum mau berkomentar. Setelah kegagalan pembicaraan dengan Grab Holding, akhirnya, pembicaraan kesepakatan antara Gojek dan Tokopedia dipercepat. Beberapa bulan setelahnya, isu tersebut kembali memanas karena adanya iklan yang melibatkan dua ikon keduanya.

2. Gojek dan Tokopedia masih ada

Dengan merger ini, model bisnis GoTo menjadi sebuah kombinasi layanan antara e-commerce, pengiriman barang, pengiriman makanan, transportasi, dan keuangan. Grup GoTo juga akan menawarkan platform konsumen digital yang diklaim terbesar di Indonesia. Meski begitu, layanan Gojek dan Tokopedia akan tetap beroperasi seperti biasa. Kedua produk ini akan berdiri sendiri dalam sebuah ekosistem grup GoTo. 

3. Sumbang 2 persen PDB Indonesia

Dengan merger tersebut, berbagai mitra dan lapak pun kini semakin bertambah. Hingga akhir tahun 2020 lalu, GoTo telah memiliki lebih dari 2 juta mitra driver. Selain itu, grup ini juga memiliki lebih dari 11 juta lapak dengan jumlah pengguna aktif lebih dari 100 juta. Dengan ini, pihak GoTo yakin bahwa GoTo dapat berkontribusi lebih dari 2 persen  dari total PDB Indonesia. 

4. Nilai transaksi capai Rp319 triliun hingga valuasi meningkat

Merger ini juga digadang-gadang menjadi kolaborasi usaha terbesar di Indonesia, bahkan juga menjadi kolaborasi terbesar antara dua perusahaan internet dan layanan media di Asia. Hal tersebut memang tak heran karena hingga akhir tahun 2020 lalu, total transaksi bruto Grup GoTo lebih dari Rp319 triliun, sedangkan pada tahun sebelumnya hanya sekitar Rp26 triliun. Selain itu, keduanya juga telah mengumpulkan dana hingga USD 8,2 miliar dari sejumlah investor mulai dari Google hingga Alibaba. 

5. Dipimpin oleh gabungan keduanya

Penggabungan ini juga berdampak pada manajemen dan kepemimpinan di kedua belah pihak. Petinggi grup GoTo nantinya dipegang oleh Andre Soelistyo dari Gojek yang berperan menjadi CEO Grup dan Patrick Cao dari Tokopedia sebagai Presiden GoTo. Selain itu, ada pula Kevin Aluwi sebagai CEO Gojek dan William Tanuwijaya sebagai CEO Tokopedia. Nantinya, Andre juga berperan dalam memimpin bisnis pembayaran dan layanan keuangan baru yang diberi nama GoTo Financial. 

Hingga April 2021 lalu, valuasi Gojek mencapai USD 10 miliar dan Tokopedia mencapai USD 7 miliar. Dengan penggabungan ini, maka grup GoTo akan memiliki valuasi yang lebih besar lagi.[]

Anugrah Harist Rachmadi

https://akurat.co