Entertainment

Sulit di Indonesia, Julia Robex Kini Rambah Karir Internasional di Belanda

Baby Wijaya aka Julia Robex melanjutkan karier di Belanda


Sulit di Indonesia, Julia Robex Kini Rambah Karir Internasional di Belanda
Julia Robex (Dok. Pri)

AKURAT.CO, Lama tak terdengar kabarnya di hingar bingar industri entertainment tanah air, Julia Robex atau artis yang memiliki nama asli Baby Wijaya, saat ini ternyata mulai merintis karir di  Eropa. Belanda menjadi negara tujuannya untuk mencoba peruntungan karir sekaligus melanjutkan studinya.

Keputusannya untuk berkarir di luar negeri itu dilakukan dengan mengorbankan karir dan bisnisnya di Indonesia. Meskipun sudah 6 tahun lamanya vakum di industri entertaint, namun dirinya memiliki bisnis interior design yang cukup sukses. Hanya saja, ia menyatakan sudah mantap untuk mengasah karirnya di dunia internasional, salah satunya dengan bergabung dengan agensi di Negeri Kincir Angin tersebut.

“Aku mantap memutuskan untuk pindah dari Indonesia ke Belanda dan menghentikan semua usaha yang sudah kugeluti selama 6 tahun serta meninggalkan keluarga di Indonesia. Disini aku akan memulai dari nol, memulai hidup dan memulai karir,” ujarnya kepada awak media baru-baru ini.

Sebagai transgender, dirinya melihat negara-negara di Eropa, khususnya Belanda, menawarkan kesempatan yang lebih besar baginya untuk berkembang. Sementara di Indonesia, status sosial transgender masih dianggap tabu, sehingga kesempatan dalam karir dan bisnis sangat terbatas, hal ini yang membuatnya tidak bisa mengembangkan diri.

“Bahkan kalau tidak gimmick, bertengkar atau melakukan hal kontroversial lainnya itu kayaknya karirnya tidak akan berkembang di dunia entertain tanah air. Sedangkan aku tidak mau seperti itu, aku maunya Baby Wijaya aka Julia Robex artis lama yang muncul lagi karena prestasi berkakrir di Eropa,” lanjutnya.

Sebagai artis transgender pertama setelah era Bunda Dorce, Baby menyebut bahwa kemunculan para transgender di industri entertainmen saat ini lebih mengedepankan gimmick dan sensasi yang kontroversial. Akibatnya stigma transgender di masyarakat Indonesia menjadi buruk dan mempengaruhi seluruh aspek kehidupan termasuk dalam bisnis.

“Citra transgender yang buruk itu mempengaruhi bisnis dan karirku di bidang interior design dan investasi, karena sebagian dari klien-klien aku menjadi tidak percaya dan takut untuk berbisnis atau memakai jasa interiorku bahkan dalam berinvestasi orang agak enggan untuk bekerjasama lagi. Saya sangat merasakan begitu besarnya pengaruh citra  buruk ini ke dalam kehidupan bisnis bahkan pribadi karena perbuatan buruk sebagian transgender yang sebenarnya justru bukan berlatar belakang seniman atau artis,” lanjutnya.

“Nah karena negara Eropa lebih terbuka dan secara status sosial tidak membatasi, aku akhirnya dengan penuh keyakinan dan usaha yang keras untuk pindah dan merintis lagi dari nol disini,” pungkasnya.[]

Irma Fauzia

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu