Ekonomi

Sulit Dapat KUR Karena Dianggap Tak ‘Bankable’, UMKM Butuh Banyak Pelatihan

Permasalahan utama para pelaku sektor UMKM yang kerap sulit mendapatkan KUR karena dianggap tidak feasible dan tidak bankable 


Sulit Dapat KUR Karena Dianggap Tak ‘Bankable’, UMKM Butuh Banyak Pelatihan
Anggota DPR RI Intan Fauzi (intanfauzi.com)

AKURAT.CO Anggota Komisi VI DPR RI Intan Fauzi menyoroti permasalahan para pelaku sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang kerap sulit mendapatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR), karena dianggap tidak feasible (layak) dan tidak bankable (tidak memenuhi syarat perbankan untuk mendapatkan pinjaman).

Padahal, tandas Intan, pelaku UMKM ini menjadi tulang punggung roda perekonomian di Indonesia.

“ Dalam hal ini, menurut saya ada satu solusi yang bisa dilakukan. Dengan hadirnya PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) bisa memberikan jaminan kredit. Pada dasarnya yang selama ini menjadi masalah yakni terkait agunan,” ujar Intan usai mengikuti pertemuan Tim Kunspek Komisi VI DPR RI dengan Asisten Deputi Jasa Asuransi Dana Pensiun, Direktur Utama PT Jamkrindo, Direktur Keuangan Investasi dan MR PT Jamkrindo, dan Sekretaris Daerah Lombok Barat, di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat (19/11/2021).

Le‌bih lanjut politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu menjelaskan, selain itu ada cara lain yang bisa dilakukan pelaku UMKM untuk pengajuan KUR, dimana Jamkrindo memiliki marketplace guarantee yang bisa diakses melalui www.umkmlayak.co.id yang merupakan platform digital yang dibuat sebagai layanan akses modal usaha UMKM dan kebutuhan mengikuti berbagai pelatihan.

“ Saya mendorong kepada Jamkrindo agar menjadi catatan, agar tidak hanya memberikan pemahaman terkait modal saja untuk para pelaku UMKM. Namun bisa juga berupa pelatihan-pelatihan untuk menjadi pengusaha yang lebih baik lagi. Dan menjadi catatan buat BUMN-BUMN lain agar bisa tanggung jawab dalam segi sosial dan lingkungan, sehingga diharapkan UMKM akan bisa berkembang lebih maju lagi,” harap Intan.

Direktur Utama PT Jamkrindo Putrama Wahyu Setyawan menjelaskan, Jamkrindo senantiasa meningkatkan aksesibilitas finansial UMKM dan Koperasi melalui penyedian penjaminan yang inovatif, kompetitif dengan pelayanan profesional, efektif dan efisien secara berkelanjutan. Ditambahkan bahwasanya Jamkrindo sebagai perusahaan penjamin terbesar, serta terlibat aktif dalam upaya mendorong agar UMKM bisa naik kelas.

Dirut Jamkrindo menilai penguatan UMKM ke depan dapat dilakukan dengan penguatan infrastruktur digital dan akses permodalan yang mudah dan tepat sasaran.

“ Kami menyiapkan berbagai infrastruktur dan akses pendukung demi memberikan kemudahan dalam memberikan pengajuan penjaminan, dan juga mengakomodir kebutuhan UMKM dalam hal pemberdayaan, sehingga ke depan menjadi UMKM yang naik kelas," pungkasnya. 

Diketahui PT Jamkrindo bersama dengan anak usahanya PT Penjaminan Jamkrindo Syariah (Jamsyar), mencatat volume penjaminan sebesar Rp159 triliun dengan perincian yakni, penjaminan KUR sebesar Rp116 triliun,  penjaminan PEN sebesar Rp15 triliun dan penjaminan non-KUR sebesar Rp28 triliun dengan jumlah debitur terjamin yang telah diberikan penjaminan kredit oleh PT Jamkrindo sebanyak 21.01 juta.[]

Sumber: DPR RI