Ekonomi

Sukseskan IE-CEPA, RI Perlu Serius Upayakan Keberlanjutan Kegiatan Ekonomi

Sukseskan IE-CEPA, RI Perlu Serius Upayakan Keberlanjutan Kegiatan Ekonomi
Ilustrasi Bendera Uni Eropa (IED.EU)

AKURAT.CO Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menyatakan, Indonesia perlu serius pada upaya-upaya keberlanjutan dalam kegiatan ekonomi untuk menyukseskan kemitraan Indonesia-European Free Trade Association Comprehensive Economic Partnership Agreement (Indonesia-EFTA CEPA).

"Upaya-upaya keberlanjutan tersebut meliputi metode budi daya tanaman dengan cara-cara yang ramah lingkungan dan juga pelaksanaan kegiatan ekonomi yang memperhatikan unsur keberlanjutan dan tidak eksploitatif. Hal ini penting untuk mendukung kelancaran komoditas Indonesia dalam memasuki dan bersaing di pasar Eropa," kata Peneliti CIPS Pingkan Audrine Kosijungan lewat keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa (9/3/2021).

Lolosnya perjanjian dagang antara Indonesia dengan EFTA dalam kerangka CEPA pada referendum Swiss yang berlangsung tanggal 7 Maret 2021 waktu setempat merupakan berita baik bagi hubungan antara Indonesia dan Swiss, beserta negara-negara EFTA lainnya yaitu Liechtenstein, Norwegia dan Islandia.

baca juga:

Pada referendum yang dilakukan tersebut, Indonesia-EFTA CEPA atau yang juga dikenal dengan istilah IE-CEPA lolos tipis hanya dengan 51,6 persen suara dari total 2,7 juta penduduk yang tercatat memberikan suaranya dalam referendum. Hal ini menandakan bahwa masih banyak warga Swiss yang khawatir dengan isu keberlanjutan di Indonesia terlepas dari suara mayoritas dalam referendum.

"Jika Indonesia ingin mengoptimalkan manfaat IE-CEPA dan meningkatkan ekspor ke pasar EFTA, maka Indonesia perlu terus menunjukkan peningkatan praktik keberlanjutannya terutama dalam implementasi dari perjanjian ekonomi ini," katanya.

Secara khusus, lanjut Pingkan, dalam perjanjian IE-CEPA terdapat klausul yang mengamanatkan pentingnya upaya para pihak yang terikat dalam perjanjian ini untuk menekankan informasi, pendidikan dan pelatihan tentang keberlanjutan di semua tingkatan guna berkontribusi pada pembangunan sosial yang berkelanjutan.

Bahkan di dalam Annex dari perjanjian tersebut juga tercantum komitmen mengenai Kerja Sama Terkait Perdagangan dan Kegiatan Peningkatan Kapasitas yang juga menyasar produk kelapa sawit sehingga memberi ruang bagi negara EFTA dan Indonesia melalui program Platform Komoditas Berkelanjutan Nasional untuk mengimplementasikan rencana aksi nasional di Indonesia untuk mengurangi deforestasi dan memastikan keanekaragaman hayati sejalan dengan kewajiban internasional Indonesia dan juga untuk berbagi praktik yang berhasil untuk direplikasi di sektor komoditas agro lainnya. Hal ini menjadi penting karena turut berkontribusi untuk memperkuat kualitas dan pemahaman tentang skema sertifikasi berkelanjutan.

“Isu keberlanjutan dalam pertanian, yang paling sering disorot adalah komoditas kelapa sawit dengan produk olahannya berupa minyak sawit, sudah lama disorot oleh negara-negara Eropa. Indonesia dinilai menjalankan praktik pertanian dan ekonomi yang tidak sustainable dan tidak memperhatikan kelangsungan lingkungan. Hal ini hendaknya menjadi masukan yang perlu diperhatikan dengan serius oleh pemerintah,” jelas Pingkan.

IE-CEPA diharapkan dapat membuka akses pasar, memperkuat transfer teknologi, pengetahuan, dan kapasitas, serta mendorong investasi bagi Indonesia. Melalui perjanjian ini Indonesia nantinya dapat menjual produk industrinya di pasar EFTA dan menikmati penurunan tarif yang saat ini direncanakan untuk produk pertanian tertentu, khususnya minyak sawit yang merupakan salah satu komoditas ekspor utama Indonesia.

Dhera Arizona Pratiwi

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu