Olahraga

Sukses di Seri Pertama, Imran Nahumarury Pilih Mundur dari PSIS

Imran Nahumarury mundur sejalan setelah PSIS Semarang menunjuk Ian Gillan sebagai pelatih kepala.


Sukses di Seri Pertama, Imran Nahumarury Pilih Mundur dari PSIS
Mantan pemain timnas Indonesia, Imran Nahumarury. ( AKURAT.CO/ Sudjarwo)

AKURAT.CO, Meski PSIS Semarang sedang berada dalam tren positif, asisten pelatih klub tersebut, Imran Nahumarury, dikabarkan sudah mengajukan surat pengunduran diri dari posisinya. Namun demikian, belum diketahui alasan Imran memutuskan mundur dari PSIS.

CEO PSIS, AS Sukawijaya, membenarkan bahwa Imran sudah mengirimkan surat pengunduran dirinya. Kini, kata Sukawijaya, klub sedang menanti pembicaraan dengan Imran tentang keputusan tersebut.

“Akan kami komunikasikan alasan pengunduran diri tersebut,” Sukawijaya di Semarang, Jawa Tengah, Minggu (24/10), sebagaimana dipetik Antara.

Besar dugaan alasan pengunduran diri Imran karena Laskar Mahesa Jenar–julukan PSIS–telah menunjuk pelatih baru pengganti Dragan Dukanovic yang mundur pada Agustus lalu sebelum Liga 1 Indonesia 2021-2022 dimulai. PSIS resmi menunjuk pelatih asal Australia kelahiran Skotlandia, Andrew Gillan, pada pekan pertama Oktober lalu.

Adapun Imran sebenarnya sukses membawa PSIS mengarungi enam laga seri pertama tanpa terkalahkan. Di tangan Imran, PSIS memetik tiga kemenangan dan dua kali imbang.

PSIS adalah klub ketiga dalam karier kepelatihan mantan pemain Tim Nasional Indonesia tersebut. Sebelumnya, Imran pernah membesut Tulehu Putra FC dan ASIOP Apacinti.

Tren tersebut diteruskan oleh Gillian dengan kemenangan beruntun di dua laga terakhir. PSIS menang 3-0 kontra Persik Kediri dan mengalahkan Barito Putera dengan skor 1-0.

Alhasil, kini PSIS bertengger di posisi kedua klasemen sementara Liga 1 dengan nilai 18 atau berselisih satu angka dari Bhayangkara FC di posisi teratas. Bersama Persib, PSIS menjadi klub di Liga 1 yang belum merasakan kekalahan.

Adapun Gillan adalah pelatih berusia 56 tahun yang punya pengalaman melatih di sejumlah klub di Asia Tenggara. Memulai di klub Australia, Perth Glory, pada 2010, Gillan pernah menjadi asisten dan direktur tim muda klub Liga Malaysia, Kedah FA, mampir di Filipina untuk Ilocos United dan kembali ke Malaysia untuk Sarawak FA.

PSIS sendiri membebankan Gillan untuk membawa klub setidaknya menyelesaikan musim ini di posisi lima besar. Bukan pekerjaan ringan mengingat persaingan di papan atas cukup ketat saat ini.[