News

Sukamta: Kualitas dan Kuantitas Militer Harus Terus Ditingkatkan


Sukamta: Kualitas dan Kuantitas Militer Harus Terus Ditingkatkan
Pasukan TNI jajaran Kodam Iskandar Muda melakukan geladi bersih parade dan defile di Lhokseumawe, Aceh, Rabu (4/10). Parade dan defile pertunjukan alutsista prajurit dari tiga matra TNI itu sebagai persiapan memperingati HUT ke-72 Tentara Nasional Indonesia. ( ANTARA FOTO/Rahmad)

AKURAT.CO, Anggota Komisi I DPR RI Sukamta menilai rangking kekuatan militer Indonesia terus menurun dan lebih lambat percepatan peningkatan kekuatan militernya dibanding negara-negara di dunia lainnya.

Sekretaris Fraksi PKS DPR RI tersebut menjelaskan, berdasarkan data Global Fire Power (GFP), ranking kekuatan militer Indonesia tahun 2012 berada pada posisi ke-22, dan tahun 2015 naik menjadi peringkat ke-19.

Sementara pada Januari 2016, Indonesia naik di posisi ke-12 dengan power index 0.52. Sementara pada tahun 2017, ranking GFP Indonesia menurun pada posisi ke-14 dengan power index 0.34.

"Ini menunjukan rangking kekuatan militer menurun, dan ini bisa ditafsirkan sebagai meningkatnya potensi ancaman terhadap Indonesia," kata Sukamta di Jakarta, Rabu (4/10).

Oleh karena itu, dia menegaskan, kuantitas dan kualitas unsur-unsur pertahanan perlu terus ditingkatkan lagi.

"Kita terus berusaha meningkatkan alutsista TNI baik secara kuantitas maupun kualitas. Kita berharap melalui MEF (minimum essentials force) kebutuhan alutsista TNI tersebut dapat terpenuhi," katanya.

Selain itu, Politikus Yogyakarta ini menilai, selain unsur alutsista, prajurit TNI sebagai salah unsur penting juga harus terus ditingkatkan kemampuan, integritas, kedispilinan serta kedekatannya dengan rakyat.

Secara kemampuan, Indonesia memiliki sejumlah pasukan elite khusus di masing-masing matra, seperti Kopassus dan Raider di AD, Paskhas dan Denbravo (Detasemen Bravo) 90 di AU, Kopaska (Komando Pasukan Katak), Yontaifib (Batalyon Intai Amfibi), dan Denjaka (Detasemen Jala Mangkara) di AL, yang memiliki kemampuan di atas rata-rata tentara reguler. Daya survival dan daya tempur pasukan elit kita diakui kehebatannya oleh negara-negara lain.

"Ini jadi kebanggaan tersendiri, tapi jangan membuat kita terlena, justru Indonesia harus terus meningkatkan kuantitas dan kualitasnya," jelasnya.[]