Lifestyle

Suka Buru-buru Hingga Multitasking, Ini 5 Tanda Hurry Sickness

 Hurry sickness atau penyakit terburu-buru adalah pola perilaku yang ditandai dengan kecemasan dan rasa urgensi yang luar biasa dan terus-menerus


Suka Buru-buru Hingga Multitasking,  Ini 5 Tanda Hurry Sickness
Ilustrasi - Hurry sickness ()

AKURAT.CO Hurry sickness atau penyakit terburu-buru adalah pola perilaku (bukan kondisi yang dapat didiagnosis) yang ditandai dengan kecemasan dan rasa urgensi yang luar biasa dan terus-menerus, bahkan ketika tidak perlu bergerak begitu cepat.

Istilah ini diciptakan oleh ahli jantung Meyer Friedman dan Ray Rosenman dan dipopulerkan dalam buku mereka tahun 1974 berjudul "Type A Behavior And Your Heart."

“Jika seseorang secara kronis terburu-buru, dia juga sangat mungkin terdorong untuk mencapai hasil kecil dalam jangka pendek, menjadi kompetitif, dan tidak sabar dengan orang lain,” kata John Schaubroeck, ketua dan profesor manajemen di Robert J. Trulaske Sr. College of Business di Universitas Missouri, dikutip AKURAT.CO pada Rabu (27/10/2021). 

Berikut beberapa tanda umum dari hurry sickness, dilansir dari Huffpost :

Memperlakukan segalanya seperti balapan.

Beberapa situasi memang mengharuskan kamu untuk bergerak dengan cepat. Namun, tidak semua hal butuh dilakukan dengan terburu-buru. 

“Jika mendapati diri memperlakukan bahkan tugas kecil sehari-hari seperti berbelanja, makan atau mengemudi sebagai perlombaan, dan penundaan apa pun menyebabkan perasaan cemas, kamu mungkin berurusan dengan hurry sickness” kata Lee Chambers, seorang psikolog lingkungan dan konsultan kesejahteraan asal Inggris.

Merasa tidak mungkin melakukan hanya satu tugas pada satu waktu

Seseorang yang mengalami hurry sickness sangat suka dengan multitasking. Fokus hanya pada satu tugas, bahkan untuk waktu yang singkat, akan menyebabkan rasa tidak nyaman. Pasalnya, itu membuatmu seakan-akan