News

Suhu -28! Taliban Akui 78 Warga Afganistan Tewas Membeku, Relawan Wanita Dilarang Menolong

Suhu -28! Taliban Akui 78 Warga Afganistan Tewas Membeku, Relawan Wanita Dilarang Menolong
Suhu di Afganistan turun hingga -28 derajat Celsius pada akhir pekan lalu dan dikhawatirkan kondisinya akan semakin dingin. (AFP)

AKURAT.CO Setidaknya 78 orang tewas membeku di Afganistan dalam 9 hari terakhir, menurut pengumuman seorang pejabat Taliban pada Kamis (19/1). Tragedi ini memperdalam krisis kemanusiaan yang dialami jutaan jiwa yang kini hidup di bawah kendali kelompok Islam radikal tersebut.

"Seiring dengan hilangnya manusia, lebih dari 77 ribu ternak juga mati membeku dalam beberapa hari terakhir," ungkap Shafiullah Rahimi, dilansir dari CNN.

Suhu turun hingga -28 derajat Celsius pada akhir pekan lalu dan dikhawatirkan kondisinya akan semakin dingin. Angka itu jauh di bawah rata-rata sepanjang tahun ini, dengan kondisi terdingin tercatat di utara, menurut ahli meteorologi CNN.

baca juga:

Melalui unggahan Twitter pada Rabu (18/1), Kantor PBB Bidang Koordinasi Urusan Kemanusiaan di Afganistan (UNOCHA) memperingatkan risiko lebih lanjut akibat musnahnya ternak. Pasalnya, lebih dari 21 juta warga di sana sangat membutuhkan bantuan pangan dan pertanian.

"Lembaga mitra kemanusiaan telah menyediakan pemanas, uang untuk bahan bakar, dan baju hangat untuk keluarga. Namun, distribusi bantuan ini sangat terdampak larangan Taliban terhadap pekerja relawan perempuan," keluh UNOCHA melalui Twitter.

Beberapa kelompok bantuan asing utama telah menangguhkan operasional mereka di Afganistan untuk sementara waktu. Pasalnya, sejak Desember, Taliban memerintahkan semua lembaga swadaya masyarakat (LSM), baik lokal maupun internasional, agar melarang karyawan perempuan masuk kerja. Jika melanggar, lisensi LSM terancam dicabut.

Sejumlah pejabat tinggi perempuan di PBB pun telah bertemu dengan para pemimpin Taliban di Kabul. Mereka membahas larangan pekerja relawan perempuan setelah beberapa program 'kritis' organisasi itu terpaksa ditangguhkan akibat tidak adanya pekerja relawan perempuan.

Afganistan semakin terjerumus ke dalam krisis ekonomi dan kemanusiaan setelah pengambilalihan Taliban pada Agustus 2021. Separuh populasinya dilanda kelaparan akut. Selain itu, meski konflik telah mereda, masih ada kekerasan, ketakutan, dan perampasan, menurut laporan PBB pada November 2022. []