News

Dewan Kebon Sirih: Peran Wali Kota Jaga Heterogenitas Jakarta

Dewan Kebon Sirih: Peran Wali Kota Jaga Heterogenitas Jakarta
Anggota DPRD DKI Fraksi PKS, Ahmad Suhaimi saat diwawancara awak media (Istimewa)

AKURAT.CO Rencana memangkas birokrasi Jakarta dengan menghapus jabatan wali kota dan bupati seperti disampaikan Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa dianggap tidak tepat. 

Anggota DPRD DKI Ahmad Suhaimi mengatakan, sejak dulu hingga kini, kehadiran wali kota dan bupati membuat Jakarta aman. Mereka bekerja dengan baik, terutama yang terkait pendekatan ke masyarakat. 

"Sejak awal sampai sekarang Jakarta kondusif dengan adanya walikota. Keberadaan mereka banyak berperan sejak dulu," katanya kepada Akurat.co, Selasa (29/11/2022). 

baca juga:

Menurut politisi PKS ini, karakteristik Jakarta yang heterogen membutuhkan kerja ekstra. Di situlah peran wali kota untuk melakukan pendekatan-pendekatan persuasif di wilayah masing-masing agar heterogenitas Jakarta tetap terjaga. 

"Dan Jakarta kota penduduk heterogen yang butuh pendekatan sendiri sehingga kompleksitas masalah bisa dibantu ditangani oleh wali kota," katanya. 

Ahmad menambahkan, sekalipun tak lagi menjadi ibukota negara, masalah di Jakarta tetap membutuhkan sosok wali kota. 

"Karena kalaupun ibu kota pindah, kompleksitas tidak otomatis ikut pindah," ujarnya. 

Sebelumnya, Menteri Perencanaan Pembangunan/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mewacanakan model pemerintahan di DKI setelah tak lagi menjadi ibukota negara. Struktur pemerintahan di DKI nantinya berubah. 

"Jadi sebuah provinsi yang dikepalai oleh seorang gubernur dan kemudian tidak perlu ada bupati atau wali kota," kata dia di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis, (24/11/2022). []