Ekonomi

Sudahi Perdebatan Resesi atau Tidak, Misbakhun: Pemerintah Jangan Terlambat Antisipasi

Sudahi Perdebatan Resesi atau Tidak, Misbakhun: Pemerintah Jangan Terlambat Antisipasi
Anggota DPR RI Komisi XI Mukhamad Misbakhun saat menjadi pembicara pada acara diskusi (AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo)

AKURAT.CO Anggota Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, meminta agar perdebatan resesi atau tidak resesi jangan lagi dilakukan. Yang saat ini harus dilakukan adalah bagaimana resesi global tidak berdampak pada pemutusan hubungan kerja (PHK).

Seperti diketahui, gelombang PHK sudah mulai menyasar sektor manufaktur atau padat karya. Puluhan ribu buruh dari industri garmen dan industri alas kaki sudah menjadi korban PHK. Keputusan PHK diambil lantaran order atau permintaan yang masuk ke industri terus berkurang.

“Tinggal bagaimana kita mengantisipasi. Kita di DPR mendorong pemerintah untuk melakukan antisipasi,” kata Misbakhun dalam acara Economic Challenges dengan tema ‘Was-was Dampak Reflasi’ Metro TV yang disaksikan secara daring, Selasa (29/11/2022).

baca juga:

Politisi Partai Golkar ini menegaskan, pemerintah jangan sampai terlambat mengambil langkah antisipasi atas isu resesi global yang telah membuat beberapa industri melakukan PHK buruhnya.

“Kalau terlambat antisipasi, akibatnya buruh ini siapa yang akan membantalkan permasalahannya. Untuk itu programnya harus untuk mereka,” tegasnya.

Bank Indonesia (BI) telah menaikkan 7 Days Reverse Repo Rate (7DRR) sebesar 175 bps sejak Agustus 2022. Terbaru, BI telah menaikkan suku bunga 50 bps menjadi 5,25 persen pada rapat dewan gubernur (RDG) yang digelar pada Kamis (17/11/2022).

Menurut Misbakhun, apa yang dilakukan BI merupakan respons untuk menghindar keluarnya modal dari Indonesia.

“Ini dalam rangka menjaga ekonomi kita tetap kompetitif dari sisi sektor keuangannya,” kata dia. []