Olahraga

Sudah Video Call Lagi, IOC Tegaskan Kondisi Peng Shuai Aman

Sebelumnya, IOC melakukan video call pertama dengan Peng Shuai pada 21 November.


Sudah Video Call Lagi, IOC Tegaskan Kondisi Peng Shuai Aman
Peng Shuai melanjutkan catatan positif di Jiangxi Terbuka 2019 usai mengalahkan Kristyna Pliskova. (REUTERS/Jerry Lai-USA TODAY Sports)

AKURAT.CO, Komite Olimpiade Internasional (IOC) menyampaikan telah melakukan panggilan video atau video call untuk kedua kalinya dengan Peng Shuai. Hal itu dilakukan untuk memastikan keselamatan mantan petenis nomor satu dunia nomor ganda tersebut.

Dikutip dari Reuters, IOC mengatakan panggilan video tersebut dilakukan pada Rabu (1/12) malam waktu Swiss, tepat sebelum asosiasi tenis perempuan (WTA) mengumumkan penangguhan semua turnamen di China karena kekhawatiran tentang keselamatan petenis tersebut. 

"Kami memiliki kepedulian yang sama seperti banyak orang dan organisasi lain tentang kesejahteraan dan keselamatan Peng Shuai. Inilah sebabnya, baru kemarin tim IOC mengadakan panggilan video lagi dengannya," kata IOC.

"Kami telah menawarkan dukungan luas kepadanya, dan akan tetap berhubungan secara teratur dengannya, dan telah menyetujui pertemuan pribadi pada Januari."

Selain itu, IOC juga menegaskan bahwa kondisi Peng Shuai saat ini tampaknya aman dan baik-baik saja mengingat situasi sulit yang dia hadapi.

“Ini dikonfirmasi ulang dalam panggilan kemarin. Pendekatan kami yang berpusat pada kemanusiaan dan kemanusiaan berarti bahwa kami terus memperhatikan situasi pribadinya dan akan terus mendukungnya,” jelas IOC.

Sebelumnya, IOC telah berkomunikasi dengan Peng Shuai untuk pertama kalinya pada 21 November 2021 lalu. Kala itu, petenis asal China tersebut melakukan video call dengan Presiden IOC, Thomas Bach.

Dalam panggilan video tersebut, Peng Shuai menyatakan bahwa dirinya dalam kondisi baik-baik saja. Olympian tiga kali asal China itu juga mengaku ingin agar privasinya dihormati untuk saat ini.

Sebagaimana diketahui, keberadaan Peng Shuai menjadi perhatian dunia internasional setelah hampir tiga pekan “menghilang” di hadapan publik setelah mengunggah sebuah curahan hatinya pada awal November dengan menyebutkan bahwa mantan wakil perdana menteri China Zhang Gaoli telah melakukan pelecehan seksual terhadapnya. 

Baik Zhang, yang pensiun pada 2018, maupun pemerintah China tidak mengomentari pernyataan Peng. Bahkan, topik tersebut langsung diblokir dari diskusi langsung di internet China yang sangat disensor. 

Keputusan WTA yang bermarkas di AS untuk menjauh dari salah satu pasar terbesarnya itu mendapat dukungan dari banyak tokoh tenis terkemuka dunia, meskipun keputusan tersebut berisiko ratusan juta dolar dalam pendapatan dan sponsor.

Sumber: Reuters, Olympics