News

Sudah Kalah Tertimpa Denda, Pengadilan Brasil Tolak Gugatan Hasil Pilpres Jair Bolsonaro

Sudah Kalah Tertimpa Denda, Pengadilan Brasil Tolak Gugatan Hasil Pilpres Jair Bolsonaro
Presiden Jair Bolsonaro dikalahkan oleh Luiz Inacio Lula da Silva dengan margin kurang dari 2 poin persentase dalam Pemilu Brasil tahun ini. (REUTERS)

AKURAT.CO Gugatan hasil pemilihan presiden (Pilpres) Brasil oleh sekutu Presiden jair Bolsonaro ditolak ketua sidang, Alexandre de Moraes, pada Rabu (23/11). Petahana tersebut kalah dengan selisih tipis.

Dilansir dari Reuters, Pilpres tersebut dimenangkan oleh mantan presiden sayap kiri, Luiz Inacio Lula da Silva dengan margin kurang dari 2 poin persentase. Dengan demikian, pemerintah sayap kanan ekstrem Brasil tamat usai berkuasa beberapa dekade.

Pada Selasa (22/11), Partai Liberal (PL) Bolsonaro mengajukan gugatan untuk menentang hasil Pilpres. Ia mengeklaim beberapa mesin pemungutan suara elektronik cacat, sehingga suara-suara itu harus digugurkan. Argumen ini pun ditanggapi skeptis oleh otoritas Pemilu.

baca juga:

Tak hanya menolak gugatan tersebut, Moraes mendenda partai-partai koalisi Bolsonaro hingga 22,9 juta real Brasil (Rp66 miliar) atas 'litigasi dengan itikad buruk'. Berdasarkan ketentuan keputusan pengadilan Pemilu pada Rabu (23/11), dana politik untuk partai koalisi presiden diperintahkan untuk diblokir sampai denda dilunasi. Putusan ini juga memerintahkan penyelidikan atas penyalahgunaan struktur dan dana partai oleh Ketua PL Valdemar da Costa Neto.

Dalam putusannya, Moraes menyatakan tentangan ini 'ofensif' terhadap norma-norma demokrasi dan berusaha untuk mendorong gerakan kriminal dan antidemokrasi.

"Kotak suara menghasilkan berkas yang memungkinkan untuk mengidentifikasi dengan tepat peralatan mana yang mereka gunakan. Ketika salah satu mekanisme ini berhenti bekerja, yang lain menggantikannya, tanpa mempengaruhi keterlacakannya dan kemungkinan mengidentifikasi kotak suara," bunyi putusan tersebut.

Kecaman juga datang dari pakar Pemilu dan analis politik. Menurut mereka, tentangan hasil Pilpres dari sekutu Bolsonaro lemah, tetapi bisa memicu para pendukungnya untuk memprotes kekalahan itu. []