Ekonomi

Sudah Beroperasi 100 Persen, Industri Essensial Harus Dorong Ekspor dan Buka Pekerjaan

Kementerian Perindustrian melakukan monitoring aktivitas sektor industri yang beroperasi 100 persen


Sudah Beroperasi 100 Persen, Industri Essensial Harus Dorong Ekspor dan Buka Pekerjaan
Pekerja saat mengecek ketersediaan stok barang makanan dan minuman di salah satu gudang e-commerce, Marunda, Jakarta, Senin (16/11/2020). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO  Kementerian Perindustrian mengharapkan dengan sektor industri yang beroperasi 100 persen selama PPKM ini, dapat mendorong ekspor serta menambah lapangan pekerjaan.

Untuk itu pemerintah melakukan monitoring aktivitas sektor industri yang beroperasi 100 persen sebagai upaya memastikan penerapan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin.

“Beberapa waktu lalu, kami telah melakukan kunjungan kerja di Jawa Tengah untuk memantau sejumlah sektor industri yang berkategori esensial,” kata Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) Muhammad Khayam lewat keterangan tertulisnya, Selasa (28/9/2021).

Dirjen IKFT menyampaikan, perusahaan yang ditinjau tersebut, yakni PT Globalindo Intimates (GI) di Kabupaten Klaten selaku industri garmen dan PT Selalu Cinta Indonesia (SCI) di Salatiga mewakili industri alas kaki.

“Pada saat itu, kami berdialog dengan pimpinan perusahaan tentang manfaat dan kendala implementasi kebijakan operasional industri 100 persen,” tuturnya.

Menurut Khayam, kedua perusahaan mengakui adanya kebijakan operasional industri 100 persen sangat tepat dan bermanfaat karena mereka sedang memacu produktivitasnya untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor khususnya wilayah Eropa dan Amerika.

“Saat ini, PT GI dan PT SCI sedang mendapatkan limpahan order dari Vietnam dan negara kawasan lainnya yang sedang lockdown akibat pandemi Covid-19 gelombang kedua,” ungkapnya.

Limpahan order tersebut menyebabkan PT GI dan PT SCI akan berproduksi full capacity hingga tahun 2023.

Oleh karena itu, kedua perusahaan akan menambah jumlah tenaga kerjanya. “Jumlah tenaga kerja PT GI saat ini sebanyak 3.800 orang, dan akan ditambah menjadi lebih dari 6000 orang. Sedangkan, PT SCI akan menambah tenaga kerja menjadi 9.000 orang dari jumlah existing 5.400 orang,” sebutnya.