Ekonomi

Sudah Berhenti Bekerja tapi Iuran BPJS Kesehatan Jalan Terus? Begini Cara Mengurusnya

Saat masih bekerja, umumnya pembayaran BPJS Kesehatan kamu ditanggung oleh perusahaan. Tapi setelah berhenti kerja kamu akan dipindahkan ke mandiri


Sudah Berhenti Bekerja tapi Iuran BPJS Kesehatan Jalan Terus? Begini Cara Mengurusnya
Petugas mengambil dokumen milik peserta BPJS Kesehatan yang telah disterilisasi di Kantor BPJS Kesehatan kantor cabang Palembang, Sumatra Selatan, Kamis (8/10/2020). (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)

AKURAT.CO Saat masih bekerja, umumnya pembayaran BPJS Kesehatan kamu ditanggung oleh perusahaan. Tapi setelah berhenti kerja, sebaiknya kamu segera pindahkan ke BPJS Kesehatan mandiri.

Hal ini penting kamu ketahui sebab bila BPJS Kesehatan tidak dibayar, kamu tidak bisa menggunakannya sewaktu-waktu. Tentu ini akan merugikan kamu.

Caranya mudah kok. Kamu tinggal ke kantor BPJS terdekat sesuai domisili KTP dengan membawa sejumlah persyaratan. Berikut daftarnya:

- Fotokopi Kartu Keluarga, fotokopi KTP, dan membawa KTP asli

- Buku rekening tabungan bank asli dan fotokopiannya

- Surat berhenti kerja

- Formulir pindah kepesertaaan (Kamu bisa mendapatkannya di kantor BPJS terdekat)

- Form pengisian untuk kesepakatan autodebet

- Materai

Kelompok-kelompok BPJS Kesehatan

Peserta BPJS Kesehatan dibagi ke dalam dua kelompok, yakni PBI (Penerima Bantuan Iuran) jaminan kesehatan dan bukan PBI jaminan kesehatan.

Maksud PBI jaminan kesehatan adalah peserta jaminan kesehatan bagi fakir miskin dan orang tidak mampu sesuai UU SJSN.

Untuk kelompok ini, iuran akan dibayarkan pemerintah sebagai peserta program jaminan kesehatan.

Sedangkan untuk bukan PBI jaminan kesehatan, peserta yang termasuk dalam kelompok ini adalah pekerja penerima upah dan anggota keluarganya, pekerja bukan penerima upah dan anggota keluarganya serta bukan pekerja dan anggota keluarganya.

Dalam hal ini, pekerja merupakan orang yang bekerja dan menerima gaji, upah atau imbalan dalam bentuk lain.

Pekerja penerima upah adalah pagawai negeri sipil, anggota TNI, POLRI, pejabat Negara, pegawai pemerintah non pegawai negeri, pegawai swasta dan pekerja lain yang memenuhi kriteria pekerja penerima upah.

Untuk pekerja bukan penerima upah adalah orang yang memiliki usaha sendiri. Sedangkan bukan pekerja adalah, orang yang tidak kerja namun mampu membayar iuran jaminan kesehatan seperti investor, pemberi pekerjaan, penerima pensiun, veteran, perintis kemerdekaan dan bukan pekerja lain yang memenuhi kriteria bukan pekerja penerima upah.

Nah, penting kamu ketahui juga bahwa tarif BPJS Kesehatan itu beda-beda. Kamu bisa memilih antara:

Kelas 1: Rp150.000

Kelas 2: Rp100.000

Kelas 3: Rp42.000

BPJS Kesehatan sangat berguna jika sewaktu-waktu kamu sakit dan memerlukan biaya untuk perawatan. Apalagi kita tidak tahu kan kapan akan sakit.

Nah Bagi kalian yang belum punya BPJS Kesehatan, bisa daftar lewat internet, berikut caranya

Untuk mempermudah pendataran BPJS Kesehatan, kamu bisa memanfaatkan pendaftaran online. Setelah mendaftar online, kamu bisa ke kantor BPJS untuk mengambil kartu anggota. Kamu tak perlu lagi antri dan proses bisa lebih cepat.

Sebelum mendaftar, kamu bisa siapkan KK, KTP, NPWP, nomer ponsel dan alamat email. Kemudian, kamu bisa mengakses http://bpjs-kesehatan.go.id. Kemudian, pilih menu Layanan Peserta dan pilih Pendaftaran Peserta. Klik pendaftaran online dan masukkan semua data diri di form pendaftaran.

Untuk iuran bagi anggota bukan penerima bantuan iuran adalah sebesar Rp59.500 per bulan (kelas 1), Rp42.500 per bulan (kelas 2), dan Rp25.500 per bulan (kelas 3). Setelah data selesai kamu isi, kamu tinggal menunggu email balasan yang berisi Nomor Registrasi.

Kemudian, kamu bisa cetak nomor tersebut dan mengambil kartu anggota di kantor cabang yang sesuai denganmu sekaligus melakukan pembayaran iuran pertama. Di saat yang sama, kamu wajib membawa salinan dan asli KTP, salinan KK, salinan surat nikah, foto berwarna 3x4 2 lembar, formulir pendaftaran, dan lembar Nomor Registrasi.

Nah, jika kamu juga memiliki asuransi lain, siapkan segala kebutuhan polis asuransimu. Kabarkan ke keluarga kamu memiliki asuransi apa saja.

Bukan maksudnya berdoa supaya kita sakit, tapi memiliki rencana tentu lebih baik kan daripada tanpa rencana sama sekali? []