News

Sudah Akomodasi Masukan Seniman, Jakpro Lanjutkan Revitalisasi TIM

Sudah Akomodasi Masukan Seniman, Jakpro Lanjutkan Revitalisasi TIM
Pengendara melintas di depan lukisan para seniman sebagai bentuk protes kebijakan revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM) di Jakarta Pusat, Sabtu (29/2/2020). Sejumlah seniman mengaku kecewa dengan adanya kebijakan revitalisasi TIM yang dinilai bersifat komersil dan merugikan para seniman. Kebijakan revitalisasi TIM saat ini termasuk cacat prosedural dan berubah-ubah karena tidak pernah dibicarakan dengan seniman sebelumnya. (AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo)

AKURAT.CO, PT Jakarta Propertindo (Jakpro) selaku eksekutor proyek revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM) kembali melanjutkan pembangunan proyek ini setelah sebelumnya sempat dimoratorium karena aksi protes dari sejumlah seniman di tempat itu.

Direktur Utama PT Jakpro Dwi Wahyu Daryoto mengaku pihaknya sudah duduk bareng dengan para seniman yang keberatan atas revitalisasi kawasan ini. 

Pihak Jakpro menerima sejumlah masukan dari para pekerja seni. Sebagian permintaan dipenuhi, sebagainya lagi ditolak seperti usulan desain gedung.

baca juga:

“Seniman memberikan masukan soal segala macam. Sudah kita akomodasi misalnya memberi tempat latihan (berkesenian). Tapi, tidak semua kita akomodasi, kalau desain (gedung), enggak bisa," kata Dwi kepada wartawan Selasa (14/7/2020).

Setelah ada kesepakatan antara Pemprov DKI Jakarta dengan para seniman, proyek revitalisasi ini baru dilanjutkan sebelum Lebaran pada Mei 2020 lalu. Sejak saat itu para seniman yang sebelumnya kerap menggelar aksi protes di depan TIM tak lagi berunjuk rasa.

“Revitalisasi sudah dilanjutkan sejak sebelum lebaran. Sekarang sudah enggak ada protes (dari seniman)," pungkasnya.

Sejauh ini pengerjaan proyek revitalisasi TIM sudah masuk fase 2 yang yaknipembangunan gedung Graha Bakti Budaya (GBB) yang sebelumnya dirobohkan dan bakal dibangun dengan sentuhan asitektur modern. 

Sedangkan proyek fase pertama meliputi perbaikan gedung parkir, Masjid Amir Hamzah, gedung perpustakaan, Pusat Dokumentasi Sastra HB. Jassin, selasar publik, galeri seni, area ruliner, kios retail, dan wisma seni. Proyek tahap satu ini juga masih terus bergulir.[]

Dedi Ermansyah

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu