Lifestyle

Tradisi Lempar Buket Bunga Pernikahan Sudah Berusia Ratusan Tahun, Ini Sejarahnya

Lempar buket pernikahan sudah ada selama ratusan bahkan ribuan tahun dan berkembang dari waktu ke waktu. Hal ini dipercaya membawa keberuntungan.


Tradisi Lempar Buket Bunga Pernikahan Sudah Berusia Ratusan Tahun, Ini Sejarahnya
Ilustrasi - Sejarah lempar buket pengantin (UNSPLASH/tomthephotographer)

AKURAT.CO, Pernikahan selalu penuh dengan tradisi. Salah satunya adalah tradisi lempar buket. Kamu pasti sudah tidak asing dengan tradisi lempar buket. Biasanya dilakukan menjelang akhir malam di resepsi, lempar buket bisa menjadi sangat kompetitif bahkan berbahaya. Siapa pun yang menangkap buket diyakini akan menikah selanjutnya. 

Konon, tradisi ini sudah ada selama ratusan bahkan ribuan tahun dan berkembang dari waktu ke waktu. Tradisi lempar buket konon berasal dari Inggris pada 1800-an, tetapi asal usul tradisi ini bahkan lebih tua.

Sebelum tahun 1800-an, menyentuh pengantin wanita di hari pernikahannya dianggap sebagai keberuntungan. Akibat kepercayaan ini, para gadis lajang sering berkerumun dan menyentuh mempelai wanita, atau bahkan merobek sedikit gaunnya dengan harapan mendapat keberuntungan dan mereka akan segera menikah.

Ya, gaun pengantin dipandang sebagai tanda positif kesuburan dan keberuntungan, jadi jelas semua orang ingin mendapatkannya. Hal ini tentu akan menyulitkan pengantin karena setiap orang akan berusaha menyentuhnya. Jadi, untuk menghindari kerumitan besar ini, pengantin wanita sering melemparkan buket bunga dan lari bersama pengantin pria meninggalkan tamu resepsi. 

Sudah Ada Sejak Ratusan Tahun, Ini Sejarah Tradisi Lempar Buket di Pernikahan - Foto 1
Buket bunga UNSPLASH

Tentu saja, makna asli di balik lemparan buket ini sudah tidak diyakini lagi, tetapi banyak wanita masih melakukan kegiatan tersebut hingga saat ini.

Faktanya, Shannon Leahy Rosenbaum, seorang perencana dan desainer di Shannon Leahy Events di San Francisco, mengatakan itu terjadi di sekitar setengah dari pernikahan yang dia rencanakan. 

Meskipun lemparan buket membawa keceriaan, itu juga memiliki beberapa kelemahan. Pertama, wanita lajang mungkin merasa canggung dan malu, terutama jika banyak tamu sudah menikah.

"Saya biasanya hanya merekomendasikan lempar buket ketika tahu jumlah teman lajang yang menghadiri pernikahan. Lemparan karangan bunga bisa sangat canggung jika hanya ada satu atau dua teman lajang yang hadir. Jadi kenali tamu kamu dan rencanakan dengan baik," kata Rosenbaum.

Alasan lain untuk menghindari lemparan buket adalah itu bisa menjadi berbahaya. Ketika banyak wanita berebut buket bunga, kemungkinan mereka akan berakhir dengan goresan dan memar atau setidaknya kuku patah.

Nah, telepas dari semua plus dan minus, lempar buket bukanlah hal yang wajib dilakukan. Itu adalah pilihan pengantin. Jika pengantin wanita memutuskan untuk tidak memberikan buketnya kepada wanita lajang, dia bisa memberikan buket itu kepada ibu atau neneknya, atau bahkan wanita yang telah menikah paling lama.[]