Rahmah

Subhanallah! Setelah Membaca Surat Rasulullah, Ibnu Nathur Sang Uskup Ilya Mengucap Dua Kalimat Syahadat

Ibnu Nathur merupakan seorang uskup di kota Iliya di Syam, yaitu salah satu daerah kekuasaan Kerajaan Romawi


Subhanallah! Setelah Membaca Surat Rasulullah, Ibnu Nathur Sang Uskup Ilya Mengucap Dua Kalimat Syahadat
Ilustrasi Muallaf (Republika)

AKURAT.CO  Ketika kaisar Romawi Hiraqla (Hiraklius) menerima surat seruan Nabi Muhammad SAW untuk masuk Islam yang dibawa sahabat Dihyah al Kalbi RA, ia mengkonfirmasi terlebih dahulu surat tersebut kepada Ibnu Nathur. Ibnu Nathur merupakan seorang uskup di kota Iliya di Syam, yaitu salah satu daerah kekuasaan Kerajaan Romawi. Diketahui, ia juga sahabat sang Kaisar Romawi, Hiraqla.

Saat sang Uskup membacakan ayat-ayat Injil yang membenarkan kenabian Nabi Muhammad SAW, lalu ia menyatakan dirinya memeluk Islam. Kaisar Romawi Hiraqla termenung cukup lama setelah mendengar pandangan bahkan sikap sahabatnya tersebut untuk memeluk Islam. 

Sebenarnya, Hiraqla juga sudah mengakui kenabian Rasulullah SAW, sebelum meminta pendapat Ibnu Nathur. Namun karena beberapa alasan, termasuk diantaranya adalah karena takut kehilangan kekuasaan, ia tidak mengikuti jejak sahabatnya itu.

Setelah Ibnu Nathur memeluk Islam, pada hari Minggu itu, ia tidak terlihat untuk memberikan khutbah serta ceramah di gereja seperti minggu-minggu sebelumnya. Begitu juga pada minggu-minggu berikutnya, ia tidak memberikan khutbahnya dengan alasan sedang sakit. Padahal, saat itu para jamaahnya sudah menunggu kehadirannya.

Melihat hal itu, orang-orang Romawi akhirnya merasa geram dengan sikap Ibnu Nathur. Terlebih saat ini, Ibnu Nathur memang terlihat kedekatannya dengan Dihyah Al Kalbi RA, orang Arab yang juga sahabat Rasulullah SAW. Hingga akhirnya, orang-orang Romawi memaksa sang uskup untuk keluar dari rumahnya.

Dengan kondisinya semakin terdesak, Ibnu Nathur menulis sebuah surat kepada Rasulullah SAW dan menitipkannya kepada Dihyah Al Kalbi. Ia berpesan agar Rasulullah SAW menyaksikan peristiwa yang sedang dialaminya itu. Tak hanya itu, Ibnu Nathur juga menitipkan salam kepada Rasulullah SAW.

Hingga tak lama setelah itu, Ibnu Nathur keluar dengan mengenakan pakaian putih, artinya tidak mengenakan pakaian kebesaran gereja seperti biasanya. Ibnu Nathur mengucapkan dua kalimat syahadat untuk menunjukkan keislamannya di depan orang-orang Romawi, yang juga merupakan jamaahnya yang selama ini selalu mendengarkan ceramahnya.

Meskipun sebelumnya, orang-orang Romawi itu elah menduga karena kedekatannya dengan Dihyah al Kalbi, mereka terperangah dengan sikap Ibnu Nathur yang sangat demontratif. Mereka menjadi sangat marah dan bahkan sampai memukulinya hingga akhirnya Ibnu Nathur tewas terbunuh. Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. []