Rahmah

Subhanallah! Ketika Sela-sela Jari Rasulullah Memancarkan Air yang Sangat Bening

Ketika para jamaah Subuh hendak berwudhu, air tidak keluar. Tetiba, keluar air bening pada jari Rasulullah


Subhanallah! Ketika Sela-sela Jari Rasulullah Memancarkan Air yang Sangat Bening
Ilustrasi Air (ISTIMEWA)

AKURAT.CO  Suatu ketika, saat waktu salat subuh tiba, Rasulullah SAW hendak berwudhu. Namun yang terjadi tidak ada sama sekali air, padahal orang-orang yang hendak berwudhu juga cukup banyak jumlahnya. Orang-orang itu hendak melaksanakan salat berjamaah bersama Rasulullah SAW. 

Rasulullah SAW bertanya “Apa ada kantung air?” Seorang sahabat menjawab, “ada, ya Rasulullah,".

Sahabat itu langsung membawakan kantung air yang bahannya terbuat dari kulit kambing. Biasanya kantung air itu digunakan untuk membawa persediaan air ketika dalam perjalanan panjang.

Kemudian Rasulullah SAW meletakkan tangan kanannya di atas kantung kulit kambing itu. Jari-jarinya terbuka. Dari sela-sela jarinya memancar air yang bening sekali.

Rasulullah SAW lalu berseru kepada Bilal bin Rabah, salah satu sahabat Rasulullah SAW. “Hai, Bilal!!”, Panggil orang-orang itu untuk berwudhu!!”

Orang-orang itu akhirnya datang pun untuk berwudhu dengan air yang memancar dari sela-sela jari Baginda Rasulullah SAW. Bukan hanya berwudhu, bahkan salah seorang sahabat Rasulullah SAW, Ibnu Mas’ud sampai meminum air tersebut. Air tersebut memiliki rasa yang sejuk, seperti air yang memancar langsung dari sumber mata air. Air tersebut terus mengalir hingga semua orang-orang disekitar dapat berwudhu. 

Seperti biasanya, setelah selesai menjalankan salat subuh, Rasulullah SAW duduk dengan para jamaahnya di masjid. Rasulullah SAW bertanya kepada para jamaahnya. “Siapakah orang yang paling menakjubkan imannya?”. Salah satu jamaah menjawab: “Malaikat”.

Rasulullah SAW kemudian berkata “Bagaimana malaikat tidak beriman, sedangkan mereka pelaksana perintah Allah?”. Artinya jawaban salah satu sahabat tersebut tidak benar.

Tak lama para jamaah yang lain ikut menjawab:  “Para nabi!”.

Rasulullah SAW kemudian berkata “Bagaimana para nabi tidak beriman, sedangkan wahyu dari Allah di turunkan kepada mereka?”.

Kalau begitu, sahabat-sabahat Mu, ya Rasulullah”, jawab sahabat.

Rasulullah SAW berkata lagi, “Bagaimana mereka tidak beriman, sedangkan mereka menyaksikan mukjizatku, hidup bersamaku, mengenal dan melihatku dengan mata kepala mereka sendiri?”.

Akhirnya para sahabat itu bertanya lagi, “Jadi siapa makhluk Allah yang imannya paling menakjubakan, ya Rasulullah?”.

Rasulullah pun menjawab “Kaum yang hidup sesudah kalian,”. Maksudnya adalah umat yang lahir setelah para sahabat Rasulullah sudah tidak hidup lagi atau manusia yang hidup pada masa yang akan datang. “Mereka membenarkan aku, padahal mereka tidak pernah menyaksikan aku. Mereka menemukan tulisan dan beriman. Mereka mengamalkan apa yang ada dalam tulisan itu. Mereka membelaku, seperti kalian membelaku. Alangkah inginnya aku bertemu dengan mereka!”.[]