Rahmah

Subhanallah! Ketika Malaikat Mendengar Lantunan Al-Qur'an Usaid bin Hudhair, Begini Kisahnya

Usaid bin Hudhair memiliki suara yang merdu ketika melantunkan Al-Qur'an. Bahkan para sahabat sangat senang ketika mendengarkan Usiad membaca Al-Qur'an.


Subhanallah! Ketika Malaikat Mendengar Lantunan Al-Qur'an Usaid bin Hudhair, Begini Kisahnya
Ilustrasi Sahabat Nabi (ISTIMEWA)

AKURAT.CO Salah seorang sahabat Anshar dari suku Aus adalah Usaid bin Hudhair. Diketahui, ia merupakan seorang bangsawan dan juga pemimpin kaum yang memiliki kemampuan dalam bidang memanah.

Sahabat Ushaid juga dikenal dengan nama al Kamil (sempurna) karena kepintarannya dan keluhuran akhlaknya. Sifat mulia ini diwarisi  ayahnya bernama Hudhalir Kata'ib yang merupakan bangsawan dan pemimpin yang disegani pada masa jahiliah. 

Dalam keislamannya, Usaid memeluk Islam ketika Rasulullah SAW belum berhijrah ke Madinah. Setelah memeluk Islam, kemuliaan akhlaknya semakin bertambah dan juga meningkat martabatnya karena bimbingan wahyu dari langit.

Adapun salah satu keistimewaan Usaid bin Hudhair adalah suaranya ketika melantunkan Al-Qur'an. Sampai-sampai para sahabat sangat senang ketika mendengarkan Usiad membaca Al-Qur'an.

Suaranya yang lembut dan merdu membuat para sahabat terpesona dan mendapatkan ketentraman jiwa. Para sahabat itu menganggap ketika mendengar alunan suara Usaid membaca Al-Qur'an, mereka lebih menyukainya daripada memperoleh ghanimah atau harta rampasan perang. 

Hingga pada suatu malam, Usaid bin Hudhair sedang membaca Surah Al-Baqarah. Namun tiba-tiba saja kudanya yang diikat tak jauh darinya bergejolak. 

Pada saat ia berhenti membaca Surah Al-Baqarah tersebut, kuda itu menjadi tenang. Akan tetapi, ia mencoba membacanya lagi dan kuda itu kembali bergejolak. Dan ketika ia berhenti membaca, kuda itu menjadi tenang kembali.

Beberapa kali ia mengulang membacanya hingga peristiwa itu berulang kali. sampai-sampai ia menyadari bahwa gejolak kudanya itu dapat membahayakan Yahya, anaknya yang tidur tidak jauh darinya. 

Ia lalu menarik anaknya menjauh dan kepalanya tengadah ke langit dan melihat ada sekelompok awan yang di dalamnya terdapat seperti lampu-lampu yang bercahaya bergerak menjauh ke atas sampai hilang dari pandangannya.

Keesokan harinya, ia kemudian menceritakan peristiwa yang dialaminya kepada Rasulullah SAW. Beliau lalu bersabda, "Bacalah hai Ibnu Hudhair, bacalah hai Ibnu Hudhair!!"

Sehingga, Usaid bin Hudhair menjelaskan bahwa ia mengkhawatirkan keselamatan anaknya karena gejolak kuda yang tidak terkendali ketika ia membaca Surah Al-Baqarah. 

Rasulullah SAW lalu bersabda, "Tahukah kamu, yang tampak seperti awan tersebut adalah malaikat yang mendekat karena ingin mendengarkan suaramu melantunkan Al-Qur'an. Seandainya kamu terus membacanya, niscaya manusia akan bisa melihat malaikat tersebut, tidak tertutup dari mereka."

Usaid bin Hudhair wafat pada masa Khalifah Umar bin Khattab, atau bertepatan pada Bulan Sya’ban Tahun 20 Hijriah. Jenazah Usaid di makamkan di Baqi, dan Umar sendiri yang turun ke kuburnya untuk memakamkan jenazahnya. Wallahu A'lam Bishawab. []