News

Suara PDIP Bakal Naik Asal Tak Usung Puan Sebagai Capres

Suara PDIP Bakal Naik Asal Tak Usung Puan Sebagai Capres
Ketua Umum Partai PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri berbincang bersama ketua bidang Politik dan Hukum Partai PDIP Puan Maharani saat pengumuman pasangan calon kepala daerah serentak 2020 di kantor pusat PDI, Jakarta, Rabu (19/2/2020). PDI Perjuangan resmi mengumumkan 48 pasangan calon (paslon) kepala daerah yang diusung di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020. Pengumuman ini merupakan gelombang pertama. Ada sejumlah calon kepala daerah lain yang akan diumumkan di gelombang (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Pendiri Lembaga Survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Saiful Mujani menyoroti hasil survei yang menunjukkan perbedaan elektabilitas PDI-Perjuangan (PDIP) terhadap siapa yang akan dicalonkan sebagai presiden pada 2024 mendatang. 

Berdasarkan survei, apabila PDIP resmi mengusung Ganjar sebagai capres, maka elektabilitas partai berlogo banteng bermoncong putih itu akan mengalami kenaikan yang signifikan. 

"Kalau dimasukkan Ganjar (sebagai capres PDIP), (elektabilitasnya) naik cukup tajam. Intinya, bukan soal persennya, Ganjar memperkuat PDI-P secara signifikan," kata Saiful dalam tayangan YouTube SMRC, pada Kamis (29/9/2022). 

baca juga:

Namun, apabila PDIP berani mengambil resiko untuk mengusung Puan Maharani, maka tidak akan mampu menaikkan suara maupun elektabilitas PDIP. 

"Kita masukan treatment pertama yaitu Mbak Puan, sebagai treatment. Kalau tanpa Mbak Puan saja, netral saja, tanpa nama, itu PDI-P dapat 28 (persen elektabilitas), kalau dimasukan Mbak Puan, jadi 25, menurun sedikit," tutur Saiful. 

"Jadi Mbak Puan tidak meningkatkan elektabilitas PDI-P. Kalau dia dicalonkan, minimal hanya stabil saja, bahkan kurang sedikit," sambung dia.

Rupanya, SMRC juga memotret hasil elektabilitas PDIP jika mengusung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Hasilnya suara partai yang dikomandoi oleh Megawati Soekarnoputri itu bertambah menjadi 38 persen. 

Sementara itu, kalau PDIP mengusung Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto maka elektabilitasnya bertambah pula menjadi 36 persen. 

"Jadi kalau dilihat ini, hasil efek terhadap PDI Perjuangan, yang paling bagus adalah Ganjar, dia punya pengaruh sekitar 15 persen, Anies Baswedan sekitar 9 persen. Prabowo 8 persen, sementara Puan Maharani negatif," tukas dia. 

Sebagai informasi, Survei SMRC ini dilakukan secara tatap muka pada 5-13 Agustus 2022.

Populasi survei adalah seluruh warga negara Indonesi yang punya hak pilih dalam pemilihan umum.

Dari populasi itu dipilih secara random atau stratified multistage random sampling sebanyak 1.220 responden.

Sedangkan, margin of error survei dengan ukuran sampel tersebut diperkirakan sebesar lebih kurang 3,1 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. []