News

Suap Izin Ekspor Benur di KKP, KPK Panggil Ibu Rumah Tangga Ini

Empat saksi lain berprofesi karyawan.


Suap Izin Ekspor Benur di KKP, KPK Panggil Ibu Rumah Tangga Ini
Polisi menjaga area gedung saat penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan sidak di Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan di Jakarta, Jumat (27/11/2020). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), memanggil seorang ibu rumah tangga Siti Rogayah dalam penyidikan kasus suap perizinan ekspor benih lobster (benur) di Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan tersangka mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo (EP) dan kawan-kawan.

"Saksi diperiksa untuk tersangka EP," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (11/2/2021).

Empat saksi lain berprofesi karyawan swasta masing-masing Ken Widharyuda Rinaldo, Heryanto, Noer Syamsi Zakaria, dan Miliardso Ing Morah.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan tujuh tersangka penerima suap dalam kasus tersebut, yaitu Edhy, Staf Khusus Edhy sekaligus Wakil Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas (Due Diligence) Safri (SAF), Staf Khusus Edhy sekaligus Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas (Due Diligence) Andreau Misanta Pribadi (AMP), Amiril Mukminin (AM) dari unsur swasta/sekretaris pribadi Edhy, pengurus PT Aero Citra Kargo (ACK) Siswadi (SWD), dan Ainul Faqih (AF) selaku staf istri Edhy.

Sedangkan tersangka pemberi suap, yakni Direktur PT Dua Putera Perkasa Pratama (DPPP) Suharjito (SJT) yang telah rampung penyidikannya. Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK juga telah melimpahkan berkas perkara Suharjito ke Pengadilan Tipikor Jakarta. Edhy diduga menerima suap dari perusahaan-perusahaan yang mendapat penetapan izin ekspor benur menggunakan perusahaan "forwarder" dan ditampung dalam satu rekening hingga mencapai Rp9,8 miliar. []