Lifestyle

Suami Harus Bantu Istri Lakukan SADARI Agar Kanker Payudara Terdeteksi

Suami-istiri harus saling bantu untuk melakukan SADARI, agar kanker payudara bisa terdeteksi


Suami Harus Bantu Istri Lakukan SADARI Agar Kanker Payudara Terdeteksi
Ilustrasi pasangan suami-istri. (UNSPLASH/Joanna Nix-Walkup)

AKURAT.CO, Kanker payudara adalah kanker yang terbentuk di jaringan payudara. Kanker payudara terjadi ketika sel-sel pada jaringan yang ada di payudara tumbuh tidak terkendali dan mengambil alih jaringan payudara yang sehat di sekitarnya.

Kanker payudara bisa terbentuk di kelenjar yang menghasilkan susu (lobulus) atau di saluran (duktus) yang membawa air susu dari kelenjar ke puting payudara. Kanker juga bisa terbentuk di jaringan lemak atau jaringan ikat di dalam payudara. 

Menurut Konsultan Hematologi Onkologi Medik, Jeffry Beta Tenggara, kanker payudara seringkali sulit terdeteksi di tahap awal karena benjolan pada payudara, yang merupakan gejala awalnya, juga bisa disebabkan karena fibroadenoma.

"Gejala awal kanker payudara yakni terdapat benjolan pada payudara, gejala awalnya ini sulit dibedakan. Sebab, 10 - 80 % benjolan pada payudara wanita di usia muda bisa bukan karena kanker tapi karena fibroadenoma," ujar Jeffry Beta Tenggara, di Webinar Kanker Payudara dan Kesehatan Wanita, pada Sabtu, (16/10).

Jerry menambahkan, apabila benjolan ini disertai puting yang tertarik ke dalam disertai keluarnya cairan berwarna kuning keruh atau darah maka secepatnya harus diperiksa ke dokter, agar dokter bisa mengetahui sudah sampai stadium berapa. 

Jerry juga menyarankan melakukan pemeriksaan kedokter, apabila benjolan sudah terlihat saat dilihat atau disentuh, disertai kerutan. Sebab, hal ini berkaca pada pasien Jerry beberapa waktu lalu.  

"Ada pasien saya datang dengan kondisi payudara besar, setalah dicek ternyata ada benjolan kanker payudara sebesar mata pada payudaranya. Dia kira payudaranya membesar karena dipegang oleh suami," katanya

"Padahal seharusnya suaminya tahu bahwa ada benjolan tidak normal disana kalau suaminya memegang, ini suaminya juga tidak tahu. Jadi, suami-istiri juga harus saling bantu untuk melakukan SADARI, agar kanker payudara bisa terdeteksi," sambungnya. 

Seperti diketahui, SADARI merupakan salah satu cara untuk mengetahui ada tidaknya kelainan pada payudara. SADARI bertujuan untuk menemukan benjolan dan tanda-tanda lain pada payudara sedini mungkin agar dapat dilakukan tindakan secepatnya.

Dikutip dari laman Direktorat Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, Berikut langkah-langkah SADARI yang dilakukan pada 7-10 hari setelah istri menstruasi:

  1. Berdiri dengan tegak. Cermati bila ada perubahan pada bentuk dan permukaan kulit payudara, pembengkakan dan/atau perubahan pada puting. Bentuk payudara kanan dan kiri tidak simetris? Jangan cemas, itu biasa.
  2. Angkat kedua lengan ke atas, tekuk siku dan posisikan tangan di belakang kepala. Dorong siku ke depan dan cermati payudara. Lalu, dorong siku ke belakang dan cermati bentuk maupun ukuran payudara.
  3. Posisikan kedua tangan pada pinggang, condongkan bahu ke depan sehingga payudara menggantung, dan dorong kedua siku ke depan, lalu kencangkan otot dada.
  4. Angkat lengan kiri ke atas, dan tekuk siku sehingga tangan kiri memegang bagian atas punggung. Dengan menggunakan ujung jari tangan kanan, raba dan tekan area payudara, serta cermati seluruh bagian payudara kiri hingga ke area ketiak. 
  5. Lakukan gerakan atas-bawah, gerakan lingkaran dan gerakan lurus dari arah tepi payudara ke puting, dan sebaliknya. Ulangi gerakan yang sama pada payudara kanan Anda.
  6. Cubit kedua puting. Cermati bila ada cairan yang keluar dari puting. Berkonsultasilah ke dokter seandainya hal itu terjadi.
  7. Pada posisi tiduran, letakkan bantal di bawah pundak kanan. Angkat lengan kanan ke atas. Cermati payudara kanan dan kiri, lakukan tiga pola gerakan seperti sebelumnya. Dengan menggunakan ujung jari-jari, tekan-tekan seluruh bagian payudara hingga ke sekitar ketiak.[]