Olahraga

STY: Lawan Pemain Eropa, Timnas U-20 Sudah Takut Duluan Sebelum Bertanding

STY: Lawan Pemain Eropa, Timnas U-20 Sudah Takut Duluan Sebelum Bertanding
Tim Nasional Indonesia U-20 saat melakukan uji coba di Turki (PSSI)

AKURAT.CO, Tim Nasional Indonesia U-20 berhasil mengemas kemenangan saat menghadapi Antalyaspor dalam uji coba kelima selama melakukan pemusatan latihan di Turki. Meski menang, pelatih Shin Tae-yong menilai anak asuhnya masih memiliki kekurangan yang perlu diperbaiki.

Timnas U-20 sukses mencuri kemenangan 3-2 atas klub Antalyaspor U-20 pada laga uji coba di Limak Arcadia Football Center, Turki, Selasa (8/11). Kemenangan ini cukup mengesankan mengingat Garuda Muda-julukan Timnas- sempat tertinggal dua kali.

Marselino Ferdinan menjadi pemain bintang dalam laga ini, dengan dua golnya di menit ke-47 dan ke-63. Satu gol lainnya dicetak oleh Ronaldo Kwateh pada menit ke-89.

baca juga:

Ini merupakan kemenangan ketiga Timnas U-20 selama berada di Turki. coba keempat selama tim berada di Turki. Sebelumnya mereka menang 2-1 melawan Cakallikli Spor dan 3-1 lawan Moldova, kalah 1-2 menghadapi Turki, dan imbang 0-0 di laga kedua versus Moldova.

Walau sudah mengemas tiga kemenangan di Turki, termasuk menang comeback atas Antalyaspor, Shin Tae-yong masih menyoroti dua hal penting yang menjadi kekurangan Timnas U-20. Pertama adalah terkait mental para pemain sebelum bertanding.

“Secara keseluruhan kita bisa lihat para pemain Eropa termasuk lawan kita hari ini punya postur tubuh yang lebih baik daripada kita. Sebelum main para pemain sudah takut duluan dan saat beradu body juga kurang ya,” kata Shin dalam rekaman wawancara usai pertandingan kepada Humas PSSI.

“Postur tubuh pemain masih kecil karena itu salah satu alasan kenapa pemain jadi takut tetapi kita tidak bisa memperbaiki semua itu secara instan melainkan kita harus perbaiki satu demi satu (step by step).”

Sementara secara teknis, juru taktik asal Korea Selatan menilai bahwa sentuhan dan fokus Marselino Ferdinan dan kawan-kawan masih belum sempurna sehingga wajib dibenahi ke depannya.

“Sentuhan bola memang agak kurang dan fokus saat melihat dan menendang bola juga masih kurang. Jadi itu yang perlu dilatih lagi dan itu harus dilakukan sendiri-sendiri, tetapi waktunya tidak banyak untuk latihan individu jadi itu yang sangat disayangkan,” tutup Shin.[]