Olahraga

STY Bantah M Rafli Pemain "Titipan" Jelang Lawan Curacao

Pemanggilan Rafli dikritik karena pemain Arema FC itu belum pernah mencetak gol di Liga 1 2022-2023


STY Bantah M Rafli Pemain
Muhammad Rafli (depan) sukses mencetak hat-trick saat Tim Nasional Indonesia U-23 menaklukkan Filipina dengan skor 5-0 pada ajang Piala Merlion 2019 di Stadion Jalan Besar, Singapura, Minggu (9/6). (PSSI)

AKURAT.CO, Pelatih Tim Nasional Indonesia, Shin Tae-yong (STY), buka suara mengenai banyaknya yang mempermasalahkan pemanggilan Muhammad Rafli ke skuat Garuda untuk menghadapi Curacao dalam jeda internasional periode September 2022.

Nama Rafli ramai diperbincangkan oleh penggemar sepakbola di media sosial. Banyak yang menduga bahwa pemain jebolan Akademi Sepakbola Aji Santoso (Asifa) itu sebagai pemain titipan mengingat Rafli adalah menantu Wakil Ketua Umum PSSI, Iwan Budianto.

“Jadi tolong jangan ada yang salah sangka. Saya pasti melihat keseluruhan tim bukan masing-masing pemain,” kata Shin Tae-yong dalam konferensi pers jelang pertandingan, Jumat (23/9). 

baca juga:

Juru taktik asal Korea Selatan itu mengaku masih percaya terhadap potensi pemain berusia 23 tahun tersebut. Meski Rafli sering menjadi cadangan di timnya, Arema FC.

“Untuk Rafli, saya masih percaya, sudah beberapa kali ikut training camp. Saya melihat pemain tersebut memang ada potensi,” kata Shin Tae-yong. 

“Memang saat ini performanya sedang tidak baik di liga, tapi saya sebagai pelatih kepala membuat tim secara keseluruhan bukan hanya melihat satu bagian yang kecil saja.”

Selain kerap menjadi cadangan, performa Rafli juga paling kurang dibandingkan tiga penyerang lain yang disertakan seperti Dimas Drajad, Dendy Sulistyawan, dan Ramadhan Sananta. Pemain kelahiran Tangerang itu tercatat belum mencetak gol sama sekali bagi Arema, padahal sudah tampil sebanyak enam laga.

Timnas Indonesia akan melakoni dua pertandingan melawan Curacao dalam rangka jeda internasional atau FIFA Matchday periode September 2022. Duel pertama akan berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Jawa Barat pada Sabtu (24/9). Adapun laga keduanya dimainkan di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat tiga hari kemudian.[]