News

Studi: COVID-19 Varian Delta Picu Risiko Lebih Parah pada Ibu Hamil

COVID-19 varian Delta bisa menimbulkan risiko yang lebih besar bagi wanita hamil, menurut studi yang dilakukan oleh para ilmuwan Universitas Oxford.


Studi:  COVID-19 Varian Delta Picu Risiko Lebih Parah pada Ibu Hamil
Meskipun wanita hamil tidak lebih mungkin untuk tertular COVID-19, mereka ternyata mengalami peningkatan resiko untuk memiliki gejala sedang atau bahkan berat, hingga komplikasi seperti kelahiran prematur atau lahir mati. (David Jones/PA)

AKURAT.CO, COVID-19 varian Delta bisa menimbulkan risiko yang lebih besar bagi wanita hamil. Hal ini terungkap dari sebuah penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan Universitas Oxford.

Dalam penelitian itu, mereka menggambarkan temuan studi itu sebagai hal yang 'sangat memprihatinkan'. Para peneliti itu juga mendesak agar ibu-ibu hamil cepat mendapatkan vaksin. 

Ini terutama setelah ditemukan bahwa dari 742 ibu hamil yang dirawat di rumah sakit dengan COVID-19 sejak 1 Februari 2021, 99 persennya ternyata belum divaksin. Begitu pula dari 171 ibu hamil yang dirawat di rumah sakit dengan gejala COVID-19 sejak Mei, 98 persen di antaranya belum divaksin. Lalu, 1 di antara 10 wanita hamil yang menderita COVID-19 akhirnya berada dalam perawatan intensif.

Kepala peneliti, Marian Knight kemudian mengungkap adanya bukti bahwa varian Delta mampu menimbulkan risiko yang jauh lebih besar bagi wanita hamil.

"Ini adalah berita yang sangat baik bahwa sangat sedikit wanita hamil yang divaksinasi yang dirawat di rumah sakit dengan COVID-19.

"Namun, sangat memprihatinkan bahwa penerimaan wanita hamil di rumah sakit dengan COVID-19 meningkat dan wanita hamil tampaknya lebih parah terkena infeksi dari varian Delta.

"Tidak dapat diragukan lagi betapa pentingnya bagi wanita hamil untuk divaksinasi demi melindungi diri dan bayi mereka," terang Knight.

Baca Juga: Dosis Ketiga Vaksin COVID-19 Pfizer Terbukti Sangat Ampuh, Ini Penjelasannya

Mengutip The Guardian hingga Daily Mail, Knight dan timnya menggunakan data dari Sistem Pengawasan Obstetri Inggris (UKOSS). Dari UKOSS itulah, mereka bisa menjaring informasi tentang komplikasi kehamilan yang parah dari 194 rumah sakit di Inggris dengan unit bersalin yang dipimpin konsultan.

Dari data itu, Knight menemukan bahwa sejak 1 Maret 2020, 3.371 wanita hamil telah dirawat di rumah sakit dengan gejala COVID-19. Sekitar 200 orang diterima minggu lalu.