News

Studi Covid-19: Campuran Vaksin Pfizer, AstraZeneca dan Moderna Ciptakan Kekebalan yang Lebih Baik

Digadang-gadang kombinasi suntikan bisa menciptakan respons imun yang lebih tinggi dibanding vaksin Oxford-AstraZeneca dua dosis.


Studi Covid-19: Campuran Vaksin Pfizer, AstraZeneca dan Moderna Ciptakan Kekebalan yang Lebih Baik
Dalam foto ini, seorang dokter umum menunjukkan botol kosong vaksin Pfizer dan AstraZeneca di Berlin pada bulan April 2021 (Fabrizio Bensch/Reuters via New York Times)

AKURAT.CO Hasil awal dari studi vaksin Inggris menunjukkan bahwa mencampur berbagai merek vaksin dapat memicu respons imun protektif terhadap Covid-19. Studi terbaru ini turut menyebut bahwa campuran vaksin Covid-19 dari AstraZeneca, Pfizer-BioNTech, dan Moderna mampu memberikan respons kekebalan yang lebih baik pada penerimanya. Bahkan digadang-gadang kombinasi suntikan bisa menciptakan respons imun yang lebih tinggi dibanding vaksin Oxford-AstraZeneca dua dosis.

Hasil itu diterbitkan dalam jurnal Lancet, pada Senin (6/12) oleh para peneliti yang melakukan uji coba massal, Com-COV dan dipimpin oleh Universitas Oxford.

Dalam hasilnya itu, para peneliti menyebut bahwa orang bisa memiliki respons kekebalan lebih baik ketika mereka menerima dosis pertama suntikan AstraZeneca atau Pfizer-BioNTech diikuti oleh Moderna sembilan minggu kemudian. 

"Kami menemukan respons imun yang sangat baik di seluruh uji coba. Pada kenyataannya, lebih tinggi dari ambang batas yang ditetapkan oleh vaksin Oxford-AstraZeneca dua dosis," kata Matthew Snape, profesor Oxford yang  berada di balik uji coba Com-CoV, mengatakan kepada Reuters.

Temuan dari para ilmuwan Inggris itu jelas telah mendukung pemberian dosis vaksin yang fleksibel. Ini pada akhirnya juga akan memberikan harapan bagi negara-negara miskin dan berpenghasilan menengah yang mungkin perlu menggabungkan merek yang berbeda antara suntikan pertama dan kedua jika persediaan menipis atau menjadi tidak stabil.

"Saya pikir data dari penelitian ini akan sangat menarik dan berharga bagi negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah di mana mereka masih meluncurkan dua dosis pertama vaksin. 

"Kami menunjukkan, Anda tidak harus kaku menerima vaksin yang sama untuk dosis kedua. Dan bahwa jika program akan disampaikan lebih cepat dengan menggunakan banyak vaksin, maka boleh saja melakukannya," ungkap Snape.

Para peneliti di Universitas Oxford kemudian mengonfirmasi soal keuntungan yang diperoleh dari campuran vaksin AstraZeneca-Oxford dan suntikan Moderna atau Novavax.

Dikatakan bahwa jika vaksin AstraZeneca-Oxford diikuti dengan suntikan Moderna atau Novavax, antibodi dan respons sel T yang diinduksi akan lebih tinggi dibanding dengan dua dosis AstraZeneca-Oxford.