News

STRP Menyasar Ojol, Denny Siregar: Terlalu Ribet dan Birokratis!

"Gak perlu ditambah-tambah lagi sama kartu STRP. Terlalu ribet," katanya.


STRP Menyasar Ojol, Denny Siregar: Terlalu Ribet dan Birokratis!
Pegiat Media Sosial Denny Siregar (Twitter/@Dennysiregar7)

AKURAT.CO, Pegiat media sosial Denny Siregar menilai Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) terlalu meribetkan masyarakat terlebih untuk ojek online (Ojol).

Hal ini disampaikan Denny Siregar di media sosial pribadinya untuk menyikapi keluhan Ojol yang tak bisa melewati penyekatan karena terhalang STRP.

Menurutnya, kartu vaksinasi saja seharunya sudah cukup untuk para pengguna kendaraan.

"Di banyak negara maju yang mulai lakukan herd immunity karena warganya sudah divaksin, kartu vaksin saja sudah cukup buat mereka untuk masuk bar ampe nonton bola. Gak perlu ditambah-tambah lagi sama kartu STRP. Terlalu ribet dan birokratis. Mental pejabat lama," kata dia sebagaimana dikutip AKURAT.CO dari Twitter @Dennysiregar7 pada Kamis (15/7/2021).

Sebagaimana diketahui, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai mewajibkan masyarakat yang hendak masuk ke Ibu Kota memiliki Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) mulai Senin (12/7/2021).

Tidak hanya dititik penyekatan, masyarakat akan diminta menunjukkan STRP ketika menggunakan transportasi umum, diantaranya Transjakarta, MRT, ojek online, taksi online sampai KRL.

Pengetatan PPKM darurat merupakan tindaklanjut Surat Edaran (SE) Menteri Perhubungan (Menhub) Republik Indonesia Nomor 49 Tahun 2021 tentang Perubahan atas SE Menhub Nomor 43 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Darat pada Masa Pandemi Covid-19.

SRTP hanya dikeluarkan untuk pekerja yang bergerak di sektor esensial dan kritikal serta warga berkebutuhan mendesak. Warga yang tidak berkepentingan tetap bekerja dari rumah selama PPKM darurat. Dengan begitu diharapkan mobilitas warga di luar rumah semakin berkurang pada pekan kedua pelaksanaan PPKM darurat.

“Untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Tenaga Kesehatan bisa menggunakan ID Card. Namun, bagi masyarakat dan pegawai swasta yang tidak bisa menunjukkan salah satu dari surat di atas, maka tidak diperkenankan untuk menggunakan layanan Transjakarta,” kata Direktur Operasional PT Transjakarta, Prasetia Budi di Jakarta, Senin (12/7/2021).

Dinas Perhubungan DKI  Jakarta  juga telah menegaskan, SRTP tidak hanya berlaku pada pengguna angkutan massal. Peraturan itu juga menyasar pengojek online.

"Kita minta untuk tetap mengajukan STRP, drivernya (ojek online). Jadi pada saat yang bersangkutan melakukan perjalanan, melintas di penyekatan tinggal menunjukkan bahwa yang bersangkutan memiliki surat tanda registrasi pekerja. Pada saat yang bersangkutan mengangkut penumpang maka penumpang pun harus bisa menunjukkan STRP," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo. []