Lifestyle

Stres dan Terlalu Fokus Pada Klimaks Bisa Sebabkan Gagal Orgasme

Stres dan kecemasan juga bisa membuat kamu gagal orgasme


Stres dan Terlalu Fokus Pada Klimaks Bisa Sebabkan Gagal Orgasme
Ilustrasi - stres dan fokus pada klimak bosa sebabkan gagal orgasme (Freepik/Jcomp)

AKURAT.CO Sementara orgasme memang terasa luar biasa. Namun fokus pada orgasme sebenarnya bisa menjadi bumerang bagi kamu.

Michelle Herzog, LMFT, terapis seks bersertifikat mengatakan bahwa terkadang semakin kamu stres dan fokus untuk mencoba mencapai klimaks, semakin kecil kemungkinan hal itu terjadi.

Ini dapat berkontribusi pada stres dan kecemasan kinerja seksual, mengurangi kemungkinan orgasme. Plus, fokus hanya pada tujuan akhir dan terlalu terpaku pada orgasme dapat menyebabkan kamu kehilangan fokus pada kenikmatan seks secara keseluruhan.

baca juga:

Alih-alih memandang orgasme sebagai tujuan utama seks, lebih menekankan pada keseluruhan pengalaman dan kesenangan seksual secara umum. 

"Kamu dapat dengan penuh perhatian memusatkan perhatian pada sensasi yang kamu alami dan menikmati kesenangan yang dirasakan daripada memikirkan seperti apa "seharusnya" seks itu. Kuncinya di sini adalah menjadi fleksibel dan mengalihkan pola pikir ke fakta bahwa seks tidak perlu dengan cara tertentu," kata Herzog dikutip AKURAT.CO, Rabu (29/6/2022). 

Selain itu, stres dan kecemasan juga bisa membuat kamu gagal orgasme. Jika merasa stres atau cemas, kemungkinan kamu terganggu dan terputus dari tubuh. Ini dapat mengakibatkan masalah orgasme.

"Stres dapat mempengaruhi aliran darah, yang dapat menghambat aliran darah ke alat kelamin, sehingga mengurangi kemungkinan untuk orgasme," kata Herzog.

Untuk mengatasi hal ini, Herzog menyarankan untuk memiliki rutinitas perawatan diri sebelum berhubungan seks.

Ini bisa berarti apa pun yang berhasil untuk kamu, entah itu bermeditasi selama beberapa menit, mendengarkan musik yang menenangkan, atau mendapatkan pijatan sensual dari pasangan.

Kamu bisa melatih pernapasan  saat berhubungan seks. Cara ini dapat membantu kamu fokus pada momen tersebut dan menikmati kesenangan.

Jangan lupa untuk selalu berkomunikasi dengan pasangan. Jika terlalu sibuk dengan pikiran, kamu dapat memberi tahu pasangan bahwa perlu beberapa menit untuk berhenti sejenak dari seks sehingga dirimu dapat memulihkan diri.

Setiap orang layak mendapatkan orgasme. Pertama, cobalah untuk mengidentifikasi penyebab ketidakmampuan untuk orgasme, dan kemudian mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah.

Jika sudah berusaha dan gagal, cobalah mendatangi profesional. Berbicara dengan terapis seks bersertifikat dapat membantu mengatasi masalah apa pun yang mungkin terjadi kepadamu.[]

 memang terasa luar biasa. Namun fokus pada orgasme sebenarnya bisa menjadi bumerang bagi kamu. Michelle Herzog, LMFT, terapis seks bersertifikat mengatakan bahwa terkadang semakin kamu stres dan fokus untuk mencoba mencapai klimaks, semakin kecil kemungkinan hal itu terjadi.

Ini dapat berkontribusi pada stres dan kecemasan kinerja seksual, mengurangi kemungkinan orgasme. Plus, fokus hanya pada tujuan akhir dan terlalu terpaku pada orgasme dapat menyebabkan kamu kehilangan fokus pada kenikmatan seks secara keseluruhan. Alih-alih memandang orgasme sebagai tujuan utama seks, lebih menekankan pada keseluruhan pengalaman dan kesenangan seksual secara umum. 

"Kamu dapat dengan penuh perhatian memusatkan perhatian pada sensasi yang kamu alami dan menikmati kesenangan yang dirasakan daripada memikirkan seperti apa "seharusnya" seks itu. Kuncinya di sini adalah menjadi fleksibel dan mengalihkan pola pikir ke fakta bahwa seks tidak perlu dengan cara tertentu," kata Herzog dikutip AKURAT.CO, Rabu (29/6/2022). 

Selain itu, stres dan kecemasan juga bisa membuat kamu gagal orgasme. Jika merasa stres atau cemas, kemungkinan kamu terganggu dan terputus dari tubuh. Ini dapat mengakibatkan masalah orgasme.

"Stres dapat mempengaruhi aliran darah, yang dapat menghambat aliran darah ke alat kelamin, sehingga mengurangi kemungkinan untuk orgasme," kata Herzog.

Untuk mengatasi hal ini, Herzog menyarankan untuk memiliki rutinitas perawatan diri sebelum berhubungan seks. Ini bisa berarti apa pun yang berhasil untuk kamu, entah itu bermeditasi selama beberapa menit, mendengarkan musik yang menenangkan, atau mendapatkan pijatan sensual dari pasangan.

Kamu bisa melatih pernapasan  saat berhubungan seks. Cara ini dapat membantu kamu fokus pada momen tersebut dan menikmati kesenangan. Jangan lupa untuk selalu berkomunikasi dengan pasangan. Jika terlalu sibuk dengan pikiran, kamu dapat memberi tahu pasangan bahwa perlu beberapa menit untuk berhenti sejenak dari seks sehingga dirimu dapat memulihkan diri.

Setiap orang layak mendapatkan orgasme. Pertama, cobalah untuk mengidentifikasi penyebab ketidakmampuan untuk orgasme, dan kemudian mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah. Jika sudah berusaha dan gagal, cobalah mendatangi profesional. Berbicara dengan terapis seks bersertifikat dapat membantu mengatasi masalah apa pun yang mungkin terjadi kepadamu.[]