News

Strategi Pelaksanaan Vaksinasi Harus Ditingkatkan Jelang Ramadan

Strategi Pelaksanaan Vaksinasi Harus Ditingkatkan Jelang Ramadan


Strategi Pelaksanaan Vaksinasi Harus Ditingkatkan Jelang Ramadan
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat saat meninjau Sentra Vaksinasi Serviam (SVS), di Sekolah Santa Ursula, Jl. Lapangan Banteng Utara No. 10, Jakarta Pusat, Sabtu (20/3/2021). (MPR RI)

AKURAT.CO Jelang Ramadan para pemangku kepentingan harus segera menyesuaikan strategi pelaksanaan vaksinasi Covid-19 nasional. Pemahaman masyarakat terkait vaksinasi yang tidak membatalkan puasa, harus ditingkatkan.

"Masyarakat harus benar-benar memahami bahwa vaksinasi Covid-19 saat menjalankan ibadah puasa aman dan tidak membatalkan puasa," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Minggu (11/4/2021).

Pada pertengahan Maret lalu, Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menetapkan fatwa bahwa vaksinasi Covid-19 yang dilakukan dengan injeksi intramuscular tidak membatalkan puasa. Hal itu tertuang dalam Fatwa Nomor 13 Tahun 2021 tentang Hukum Vaksinasi Covid-19 Saat Berpuasa.

Menurut Lestari, Fatwa MUI tersebut harus benar-benar dipahami oleh masyarakat sehngga proses vaksinasi Covid-19 tidak tersendat dan bisa dituntaskan.

"Keraguan sebagian masyarakat tentang proses vaksinasi pada bulan Ramadan membatalkan puasa, menurut Rerie, harus segera diluruskan bahwa hal itu tidak benar, agar proses vaksinasi Covid-19 secara nasional dapat berjalan sesuai rencana," ucap dia.

Para tokoh dan pemuka agama, ujar anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, diharapkan ikut membantu memberi pemahaman soal vaksinasi di bulan Ramadan tersebut.

Selain itu, jelas Rerie, strategi pelaksanaan vaksinasi pada bulan Ramadan juga harus disesuaikan, agar minat masyarakat untuk divaksinasi tetap tinggi.

"Pada program vaksinasi nasional, ujarnya, Pemerintah memasang target total vaksinasi Covid-19 sebanyak 181,55 juta orang, agar 70% populasi penduduk Indonesia dapat menerima vaksin sehingga membentuk kekebalan kelompok yang diharapkan membantu dalam pengendalian Covid-19 di tanah air," ungkapnya.

Data yang tercantum pada laman resmi Satgas Covid-19, per 10 April 2021 mencatat total yang sudah mendapat vaksinasi pertama mencapai 9,95 juta (5,48% dari target).

Sedangkan total jumlah orang yang sudah mendapat vaksinasi kedua di Indonesia mencapai 5,05 juta (2,78% dari target).[]

Bayu Primanda

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu