Ekonomi

Strategi Bisnis Persewaan Mainan dan Perlengkapan Bayi Bertahan Saat Pandemi

Pelaku usaha perlu memutar otak agar mampu menjaga bisnis tetap stabil saat permintaan sedang menurun di tengah COVID-19.


Strategi Bisnis Persewaan Mainan dan Perlengkapan Bayi Bertahan Saat Pandemi
Annisa Nuraini, Founder Moyu Baby, usaha yang bergerak di bidang penyewaan perlengkapan ibu dan anak, serta mainan di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, dan Cikarang. (Dok Moyu Baby)

AKURAT.CO Virus Covid 19 di Indonesia terjadi sejak bulan maret hingga saat ini, hal itu menyebabkan berbagai dampak besar untuk berbagai sektor kehidupan terutama dibidang perekonomian dan keuangan.

Sesuai dengan anjuran pemerintah, masyarakat melakukan social distancing di mana masyarakat dihimbau untuk tidak pergi ke tempat yang ramai dan selalu  menjaga jarak aman.

Akhirnya, pusat perbelanjaan ditutup, masyarakat sudah beraktivitas dari rumah, permintaan menurun, dan kebanyakan bisnis tidak dapat beroperasi seperti biasanya.

Dalam situasi ini, pelaku usaha perlu memutar otak agar mampu menjaga bisnis tetap stabil saat permintaan sedang menurun.

Seperti yang dialami oleh seorang pemilik usaha Moyu Baby, Annisa Nuraini. Moyu Baby merupakan usaha yang bergerak dibidang penyewaan perlengkapan ibu dan anak.

Annisa mengaku omsetnya selama pandemi COVID-19 atau sejak Maret 2020 mengalami penurunan hingga 70 persen. Hal ini karena masyarakat menjadi lebih ketat untuk menghindari penggunaan barang dari luar masuk kerumah dengan alasan kebersihan dan kesehatan.

Apalagi produk yang disewakan akan digunakan oleh ibu dan anak-anak yang imunitasnya rentan terhadap COVID-19.

Meski demikian, usaha Annisa mampu tetap bertahan hingga saat ini. Dia membagikan strategi bisnis yang dijalani agar mampu bertahan ditengah COVID-19.

Pertama, yakni melakukan efisiensi tanpa menurunkan kualitas.

“Pertama kita efisienkan beberapa proses yang selama ini mungkin boros dan itu tidak mudah. Kayak kita harus benar-benar melakukan proses a sekarang kita harus a aksen ternyata itu lebih efisien dan bagaimana tidak menurunkan kualitas,” katanya kepada Akurat.co, Selasa (20/7/2021).

Kedua adalah bagaimana menjaga kepercayaan pelanggan agar tidak turun dengan barang-barang yang disewakan.

“Kedua adalah bagaimana trust nya customer itu tidak turun dengan barang-barang yang kita kasih adalah barang-barang yang bersih yang higienis karena pandemi itu kan isunya adalah kesehatan apalagi buat anak-anak yang mungkin rentan secara imunitas,” lanjutnya.

Ketiga, memperbanyak promosi tanpa mengeluarkan biaya yang mahal. Seperti melalui testimoni pelanggan di media sosial Instagram. Testimoni dinilai ampuh untuk menarik minat para pelanggan.

“Bagaimana promosi yang jangan mahal-mahal. Kita juga lagi down omsetnya. Dulu kami memanfaatkan yang gratis seperti Instagram testimoni dari customer. Itu paling ampuh buat menarik hati customer lain dia terbukti nih pernah sewa di kami,” jelasnya.

Keempat, bergabung dengan komunitas. Strategi ini juga dinilai mampu meningkatkan omset karena antar anggota komunitas bisa saling mempromosikan produk yang ditawarkan atau dijual.

Lalu yang terakhir, bersedekah. Annisa mengaku mengalami perbaikan omset dengan bersedekah. Sebab, banyak rekan dan keluarga yang menawarkan diri menjadi investor.

“Ini juga kuasa Allah ada semacam return yang kita dapat. Karna Tuhan Allah sudah berjanji kalau kita kasih lebih ga akan rugi kok ga malah jadi miskin,” tambahnya.[]