Lifestyle

Stop Nyinyirin Enzy Storia! Begini 4 Cara Menolong Korban Pelecehan Seksual Online

Pelecehan seksual bisa terjadi pada siapa pun dan oleh siapa pun. Pelecehan seksual juga tak hanya terjadi di dunia nyata, tapi juga secara online


Stop Nyinyirin Enzy Storia! Begini 4 Cara Menolong Korban Pelecehan Seksual Online
Enzy Storia, korban pelecehan seksual online (Instagram/enzystoria)

AKURAT.CO, Hingga saat ini, kasus pelecehan seksual masih menjadi masalah serius di Indonesia. Mirisnya, pengetahuan masyarakat terkait hal ini masih rendah.

Ya, pelecehan seksual adalah perilaku, ucapan, isyarat atau pendekatan terkait seks yang tidak diinginkan oleh salah satu pihak. Pelecehan seksual bisa terjadi pada siapa pun dan oleh siapa pun, tanpa memandang usia maupun gender.

Saat ini, pelecehan seksual tak hanya terjadi di dunia nyata, tapi juga secara online. Ini disebut sebagai online sexual harassment atau pelecehan seksual online.

Korban pelecahan seksual online biasanyaakan menerima materi seksual yang tidak diharapkan, seperti chat yang mengandung kalimat bernada seksual, foto atau video berunsur seksual. Bisa pula bila pelaku meminta korban mengirim foto yang tidak senonoh.

Mendapat komentar terkait seksualitas, seperti orientasi atau perilaku seksual korban, juga bisa termasuk pelecehan seksual online.

Tak hanya itu, menyebarkan foto atau video berisi konten seksual yang merendahkan korban pun dikategorkan sebagai pelecehan seksual online.

Pelecehan seksual online juga baru saja dialami artis Enzy Storia. Presenter acara Tonight Show itu menjadi korban pelecehan seksual online lantaran fotonya diedit dan dijadikan objek fantasi seksual oleh seorang warganet.

Tak terima, Enzy pun mengancam pelaku untuk membawanya ke jalur hukum jika tidak segera menghapus foto tersebut. Enzy mungkin hanyalah segelintir perempuan yang mendapat pelecehan seksual secara online. Sebelumnya, ada pedangdut Via Vallen dan Aurel JKT48 yang juga mengalami pelecehan seksual online.

Dibandingkan di dunia nyata, pelecehan seksual online faktanya lebih sering diabaikan dan dianggap remeh. Para korban pun enggan bersuara karena respon yang diterimanya terkesan menjatuhkan. Seperti menyalahkan korban karena berpakaian seksi atau menuduh korban genit.

Mirisnya, banyak pula yang menyalahkan korban karena terlalu lebay menanggapi pelecehan seksual yang dialaminya. Meski begitu, para korban diharapkan tetap berani mengungkapkan apa yang telah dialaminya. Dan kita pun seharusnya bisa belajar memiliki empati atas apa yang telah dialami korban. 

Jika ada orang di sekelilingmu mengalami pelecehan seksual online, apa yang harus kamu lakukan?

Berikut Akurat.co merangkum cara merespon korban pelecehan seksual secara online:

Coba berada di posisinya

Apabila kamu mengalami hal seperti korban, apa yang akan kamu lakukan? Mungkin kamu juga akan merasakan hal yang sama kan? Jadi, mulai sekarang berhenti menyalahkan korban. Tunjukkan jika kamu berada di pihaknya.

Buat korban merasa nyaman

Ingat, kamu tidak boleh menyalahkan korban. Daripada memberinya nasihat yang tidak perlu, ciptakan rasa nyaman untuknya. Ingatkan korban bahwa dirinya tak sendiri.

Dengarkan cerita korban

Jika kamu ingin memahami korban, cobalah dengarkan ceritanya. Pahami perasaannya dan fokuslah pada apa yang dialaminya. Tapi jangan pernah memaksanya untuk cerita. Hargai pula korban bila tidak mau menjawab beberapa pertanyaanmu.

Beri dukungan

Berikan dukungan kepada korban. Tak hanya lewat kata-kata, kamu juga bisa memberikan informasi yang jelas terkait apa yang telah terjadi pada dirinya. Beri dirinya dukungan untuk berani bertindak tegas. Bila kamu merasa kewalahan, coba tawarkan untuk mencarikan bantuan profesioanal atau pendampingan yang tepat untuk korban pelecehan seksual.

Seperti diketahui, korban biasanya memiliki trauma sehingga perlu mendapat pendampingan yang tepat.[]

Bonifasius Sedu Beribe

https://akurat.co