Lifestyle

Stop! Jangan Gendong Bayi Sambil Diayun Meski Cuman Bercanda

Tidak masalah mengayun sang buah hati. Namun, perlu diketahui pula, mengayun bayi terlalu kencang bisa mengakibatkan terjadinya shaken baby syndrome.


Stop! Jangan Gendong Bayi Sambil Diayun Meski Cuman Bercanda
Ilustrasi ibu dan anak (DAILYMAIL.CO.UK)

AKURAT.CO, Banyak yang salah kaprah soal hal yang kerap terjadi sehari-hari dan tanpa kita sadari. Salah satunya mengenai cara menggendong bayi.

Ketika bayi rewel dan menangis, tak jarang kita melihat Bunda mengayun atau mengguncang sang buah hati. Tujuannya mungkin baik, menenangkan bayi agar dia mau berhenti menangis atau membuatnya tidur. Padahal, tindakan itu berbahaya.

Sebenarnya, tidak masalah mengayun sang buah hati. Namun, perlu diketahui pula, mengayun bayi terlalu kencang bisa mengakibatkan terjadinya shaken baby syndrome.

baca juga:

Dilansir dari laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), shaken baby syndrome atau SBS adalah bentuk kekerasan pada anak berupa guncangan yang hebat pada kepala. Kondisi ini rentan dialami oleh bayi berusia kurang dari 2 tahun. 

Jangan anggap remeh, SBS bisa berakibat fatal, seperti:

Pendarahan otak: Saat bayi mengalami guncangan hebat, otak mengalami perputaran atau pergeseran aksis (batang otak). Akibatnya, saraf dan pembuluh darah otak akan robek, sehingga memicu kerusakan dan pendarahan otak.

Kerusakan saraf: Guncangan yang hebat juga bisa menyebabkan kerusakan saraf permanen.

Cedera leher dan tulang belakang: Bayi berusia kurang dari 2 tahun masih memiliki batang leher yang rapuh, sehingga ketika mengalami guncangan keras akan terjadi cedera bagian leher dan tulang belakang rentan terjadi.

Cedera mata: Cedera bisa berupa perdarahan salah satu atau kedua retina mata. Sayangnya, masalah ini sering tidak terdeteksi karena bayi belum bisa mengeluhkan gangguan penglihatan yang dialaminya.

Kematian: Sekitar 10-12 persen kematian bayi di Amerika Serikat disebabkan karena shaken baby syndrome. 

SBS bisa terjadi karena pergerakan yang dilakukan oleh bayi sendiri, tetapi lebih sering disebabkan oleh tindakan orang dewasa mengguncang bayi secara keras.

Dilansir dari Sultan Qaboos University Medical Journal, sebagian besar kasus SBS yang disengaja biasanya dilakukan oleh ayah, pengasuh anak dan orangtua yang mengalami depresi pascamelahirkan, biologis atau finansial, sehingga mudah melakukan tindakan yang impulsif dan agresif.

Sementara itu, kasus SBS yang tidak disengaja, kebanyakan orangtua sering melakukan kebiasaan yang tanpa sadar bisa menyebabkan bayi mengalami sindrom ini, seperti menaruh bayi di ayunan sarung maupun ayunan pee, mengguncang saat menggendong saat bercanda, mengguncang bayi dengan menggoyangkan tangan atau kaki dan melempar bayi ke udara.

Oleh karena itu, orangtua harus waspada jika bermain dengan sang buah hati. Jika Si Kecil menjadi rewel tanpa sebab ketika bercanda sambil diayun, segera periksakan ke rumah sakit terdekat untuk mengetahui kondisinya.[]