Lifestyle

Stop Berteriak Pada Anak, Ini Tips Kendalikan Amarah Saat Si Kecil Berulah

Anak-anak tidak memahami frustrasi atau kejengkelan orang tua ketika mereka tidak mendengarkan


Stop Berteriak Pada Anak,  Ini Tips Kendalikan Amarah Saat Si Kecil Berulah
Ilustrasi - Bahaya berteriak kepada anak (Freepik/master1305)

AKURAT.CO Orang tua terkadang merasa frustrasi jika Si Kecil tidak mendengarkan, berperilaku tidak baik, malas belajar, atau membolos. Anak-anak yang sedang tumbuh berpikir mereka tahu segalanya dan tidak mengikuti instruksi orang tua. Tak jarang kondisi ini menyebabkan Bunda atau Ayah berteriak untuk membuat Si Kecil memahami pentingnya belajar, disiplin, aturan, dan lain-lain. 

Masalahnya, berteriak tidak pernah terasa baik dan menyenangkan, bagi siapa pun. Anak-anak tidak memahami frustrasi atau kejengkelan orang tua ketika mereka tidak mendengarkan. Tapi anak-anak takut ketika orang tua meneriaki mereka.

“Orang tua berteriak karena sesuatu terjadi yang membuat mereka frustrasi. Orang tua melihat anak-anak mereka berkelahi atau anak itu melakukan sesuatu yang tidak disetujui, jadi mereka melepaskannya begitu saja. Ini semacam respons otomatis,” kata Nina Howe, profesor pendidikan anak usia dini, dikutip AKURAT.CO pada Sabtu (29/1/2022). 

baca juga:

Penelitian menunjukkan bahwa efek meneriaki anak sama berbahayanya dengan memukul. Berteriak memiliki efek jangka panjang pada perkembangan mental dan kepribadian anak. Alih-alih patuh, seorang anak yang dimarahi lebih cenderung menunjukkan perilaku bermasalah, sehingga menimbulkan lebih banyak teriakan. Jadi, ini adalah siklus yang mengerikan sekaligus menyedihkan. 

“Apa yang berbahaya tentang itu, adalah bahwa anak-anak memiliki sistem saraf yang sensitif, dan berteriak menakutkan bagi mereka. Ini agresif dan mengintimidasi. Ekspresi wajah yang mengiringi teriakan itu benar-benar marah dan menakutkan," tambah konselor Elana Sures. 

"Jadi ketika kita mendapatkan hasil yang kita inginkan dari berteriak, itu karena mereka takut dan hanya ingin kita berhenti berteriak. Itu bukan karena anak-anak benar-benar membuat keputusan untuk mengubah perilaku mereka, 'ujarnya. 

Oleh sebab itu, Bunda dan Ayah perlu berusaha untuk mengontrol emosi agar tidak berteriak kepada Si kecil. Cobalah beberapa tips berikut ini : 

  • Cari tahu apa pemicunya, karena pemicunya berbeda-beda antar orang tua.
  • Berikan anak peringatan. Itu juga akan membuat anak-anak mempersiapkan mental untuk transisi emosi orang tua. 
  • Pergi dan tenangkan dirimu dengan mengambil napas dalam-dalam, lari di tempat, atau menggerakkan tangamu. 
  • Pikirkan pemikiran yang membangkitkan semangat yang membawa kamu kembali ke emosi yang stabil.
  • Bahkan memaksakan senyum atau tawa dapat mengirim pesan ke otak bahwa situasinya tidak darurat.

Itu adalah beberapa tips agar Bunda dan Ayah tidak berteriak kepada Si Kecil. Namun,  jauh lebih mudah untuk tidak berteriak ketika orang tua memiliki hubungan yang kuat dengan anak. Jadi, cobalah untuk membangun ikatan yang kuat dengan anak.