News

Stok Oksigen Pasien COVID-19 di DIY Dikabarkan Menipis, Pemda Klaim Masih Cukup

Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji mengklaim stok oksigen khusus untuk penanganan pasien COVID-19 di wilayahnya masih cukup


Stok Oksigen Pasien COVID-19 di DIY Dikabarkan Menipis, Pemda Klaim Masih Cukup
Pekerja memasukan oksigen kedalam tabung di agen isi ulang Tiga Saudara kawasan Joglo Raya, Jakarta Barat, Kamis (18/6/2021). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Stok oksigen untuk perawatan pasien COVID-19 di berbagai rumah sakit se-DIY disebut menipis. Kendati pemerintah daerah setempat mengklaim persediaan masih mencukupi.

Kabar menipisnya persediaan oksigen di DIY yang mulai menipis kali pertama disuarakan oleh Penulis Kalis Mardiasih, Senin (22/6/2021) pagi.

"barusan perawat bilang: oksigen sejogja habis, mbak. nggak usah pake dulu ya. kalo saturasi di bawah 90 baru pake," cuit Kalis lewat akun Twitter miliknya, @mardiasih.

Dirinya pun meminta masyarakat agar saling menjaga kesehatan diri dan anggota keluarga masing-masing terkait situasi ini.

Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembajun Setyaningastutie sementara tak menampik soal tingginya pemakaian oksigen untuk penanganan pasien COVID-19 dikarenakan angka kasus harian yang terus meningkat. Bahkan sampai membuat tingkat keterisian tempat tidur tergerus.

Pembajun menyebut guna mengantisipasi persoalan ini, pihaknya telah meminta distrubutor guna menambah pasokan oksigennya.

"Tapi pemakaiannya tiga kali lipat ya jadi cepat habis," ujar Pembajun saat dihubungi, Selasa (22/6/2021).

Persoalan ini, lanjut Pembajun, salah satunya juga dipicu kurangnya pemahaman masyarakat akan prosedur perawatan pasien COVID-19. Ia menyebut masih banyak warga yang memilih membawa pasien langsung ke rumah sakit rujukan sementara puskesmas bisa menangani.

"Jangan langsung ke rumah sakit, ke puskesmas dulu. Nanti kasus-kasus ringan kalau sudah sampai di IGD kan rumah sakit nggak bisa nolak," imbuh Pembajun.

Namun, pihaknya sudah merencanakan untuk meminta bantuan distributor se-DIY agar bisa lebih mencukupi kebutuhan oksigen di semua rumah sakit rujukan. Tak menutup kemungkinan membuka uluran tangan dari agen luar daerah.

"Kita kumpulkan dulu distributor yang ada dulu saja, tidak mencari yang baru. Kalau bisa mencukupi pasokan oksigen, kita minta maksimalkan," tuturnya.

Lebih jauh, terkait kabar soal alat bantu oksigen yang baru akan dipakai saat kadar saturasi oksigen pasien berada di bawah 90, pihaknya menampik.

"Nggak lah," tegas Pembajun. 

Baca Juga: Rumah Sakit di DIY Tambah Ratusan Ranjang untuk Pasien COVID-19

Terpisah, Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji mengklaim stok oksigen khusus untuk penanganan pasien COVID-19 di wilayahnya masih cukup.

"Sampai hari ini masih tercukupi," kata Aji di Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, Selasa.

Mengamini pernyataan Pembajun, menurutnya, Pemda DIY saat ini tengah meminta pasokan tambahan oksigen untuk para pasien COVID-19. Melalui skema perubahan alokasi kepada agen.

"Distributor Jogja (DIY)-Jawa Tengah itu di Jogja kemarin dialokasikan 60 persen dari total yang didistribusi. Karena Jateng sudah punya distributor yang lainnya lagi maka kami mohon misalnya saja untuk Jogja kita tingkatkan jadi 80 persen," pungkasnya.[]