Ekonomi

Stimulus Pemerintah Tak Meyakinkan, 20 Ribu Warteg Bakal Gulung Tikar!

Stimulus UMKM yang diberikan pemerintah sampai saat ini tak dapat membendung pengusaha warung tegal atau warteg yang mulai merugi akibat pandemi COVID-19.


Stimulus Pemerintah Tak Meyakinkan, 20 Ribu Warteg Bakal Gulung Tikar!
Pembeli menyantap makanan di salah satu warteg di Jakarta, Senin (20/7/2020). Pemerintah meluncurkan penjaminan kredit modal kerja untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam rangka mempercepat pemulihan ekonomi nasional. PT Jamkrindo dan PT Askrindo telah ditugaskan melalui Keputusan Menteri Keuangan untuk menjamin pelaku usaha UMKM atas kredit modal kerja. (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO Ketua Koordinator Komunitas Warung Tegal Nusantara (Kowantara) Mukroni mengatakan, stimulus UMKM yang diberikan pemerintah sampai saat ini tak dapat membendung pengusaha warung tegal atau warteg yang mulai merugi akibat pandemi COVID-19.

"Stimulus ini seperti mengeruk air di lautan, mereka hanya rapat saja, sampai saat ini stimulus sangat tak meyakinkan, sehingga di bawah ini terkena dampaknya," katanya saat dihubungi Akurat.co, Jakarta, Jumat (13/11/2020).

Ia menjelaskan, sampai saat ini sudah 10 ribu warteg Jakarta yang terdampak atau 25 persen dari anggota mereka sebanyak 40 ribu. Mukroni meyakini angka ini akan naik 50 persen atau sekitar 20 ribu warteg yang sebentar lagi akan terdampak bahkan gulung tikar.

"Jika kondisi seperti ini terus, tahun depan saya yakini sudah 50 persen terdampak. Kondisi di lapangan kita paling tahu, pemerintah mereka hanya sibuk rapat," katanya.

Menurutnya, penyebab utama adalah pemerintah tak punya data terkait warteg yang terdampak pandemi, sehingga banyak stimulus yang tak dirasakan oleh para komunitas warteg.

Mukroni menuturkan, seharusnya pemerintah lebih cepat menyadari kondisi warteg tersebut, karena daya beli semakin hari semakin menurun.

"Stimulus belum cukup artinya sorry ya ini mereka (pemerintah) tak punya database berapa usaha yang dibantu, ini saja kita yang punya data, harusnya mereka tahu kondisi warteg dengan kondisi daya beli semakin menurun," katanya.

Seperti diketahui, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) masih tersisa sebesar Rp312,19 triliun sampai dengan akhir tahun ini.

Adapun sampai dengan 9 November 2020 realisasi anggaran program PEN sebesar Rp 383,01 triliun atau setara 55,1 persen dari pagu sejumlah Rp695,2 triliun.

Untuk stimulus usaha mikro kecil menengah (UMKM) sebesar telah terserap Rp95,23 triliun setara 82,9 persen dari total anggaran. []