News

Stick Cone Percuma, Berdayakan Komunitas Jaga Jalur Sepeda Sudirman-Thamrin

Stick Cone Percuma, Berdayakan Komunitas Jaga Jalur Sepeda Sudirman-Thamrin
Pengendara motor melintas di rute sepeda di kawasan Jalan Tentara Pelajar, Patal Senayan, Jakarta, Rabu (19/10/2022). Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana membangun jalur sepeda sepanjang 196,45 kilometer. Pembangunan jalur sepeda ini terdiri atas 40,06 kilometer lajur terproteksi, 154,73 kilometer lajur berbagi, dan lajur di trotoar sepanjang 1,67 kilometer. AKURAT.CO/Sopian (AKTUAL.CO/Sopian)

AKURAT.CO  Penggunaan pembatas jalur sepeda kini sudah tak lagi efektif. Sebab, penerobos jalur sepeda dinilai semakin bandel.

Pengamat Tata Kota Universitas Trisakti, Yayat Supriatna mengatakan, satu-satunya jalan agar jalur sepeda menjadi steril adalah dengan menempatkan petugas jaga jalur. 

"Jadi jalan satu-satunya jangan pakai stick cone, sudah nggak efektif karena lebih banyak yang bandel itu, satu-satunya tempatkan petugas di lapangan atau relawan yang mau membantu menjaga jalur sepeda," katanya, Kamis (1/12/2022). 

baca juga:

Dengan melibatkan komunitas dan relawan, jalur sepeda tak akan kekurangan petugas jaga jalur. Para relawan dari berbagai komunitas itu, kata dia, perlu diperbantukan khususnya pada jam-jam sibuk. 

"Jadi penyelesaian masalah tidak sendiri-sendiri tapi melibatkan seluruh masyarakat bike to work, asosiasi pengguna sepeda pun perlu juga menempatkan orang-orang berseragam yang kerjasama dengan Dishub untuk menjaga jalur sepeda khususnya pada jalan-jalan itu. Jadi kerjaannya keroyokan bareng-bareng ada peran serta masyarakat," jelasnya. 

Yayat menambahkan, dulu saat musim pandemi, banyak orang yang memprotes gara-gara Jalan Thamrin dan Jalan Sudirman kerap digunakan komunitas sepeda yang dianggap sering menimbulkan kemacetan. Kini, setelah jalur sepeda disediakan, euforia bersepeda di masa pandemi itu tak lagi meriah. 

"Bagaimana dulu orang saat pandemi orang euforia menggunakan sepeda dimana-mana banyak. Jadi ketika pandemi berkurang, orang gak takut sama Covid, orang malas bersepeda malas olahraga, sehingga jalur-jalur yang ada jadi mubazir," ungkapnya. 

"Jadi harus ada perubahan mindset bahwa bersepeda itu bagian dari hidup sehat, dan kemudian harus ada pengendalian, pengawasan dan penindakan," tambahnya. []