Tech

Startup Bagidata Ubah Konsep SMS Spam Jadi Bisnis Ratusan Juta


Startup Bagidata Ubah Konsep SMS Spam Jadi Bisnis Ratusan Juta
Ilustrasi panggilan spam (ISTIMEWA)

AKURAT.CO Sebuah perusahaan rintisan bernama Bagidata berhasil meraup pendapatan ratusan juta rupiah dengan mengubah konsep penyalahgunaan data untuk SMS Spam.

CEO Bagidata, Ikhwan Reza mengungkapkan startup-nya terbentuk dari kekesalan terhadap SMS spam. Pihaknya melihat ada peluang bisnis dari permasalahan tersebut.

"Jadi dengan Bagidata, justru pemilik nomor ponsel dengan sadar menyerahkan datanya yang kemudian mendapatkan keuntungan dari data mereka," kata dia.

Ia menuturkan keuntungannya dapat berupa poin dan juga uang yang bisa ditarik ke rekening pemilik data.

Ikhwan menjelaskan startup-nya memiliki dua layanan, yakni permission-based marketing dan applicant profiling.

Ide layanan tersebut diawali dari kebingungannya menerima SMS spam, karena merasa tak pernah memberikan nomor ponsel. Pihaknya ingin menyadarkan masyarakat bahwa data pribadi sangat berharga. Pengguna internet berhak mendapat sesuatu dari data mereka.

Hal tersebut karena selama ini data pengguna internet diperoleh tanpa izin, tricky dan diam-diam. Dirinya percaya setiap orang berhak mengontrol data pribadinya.

Sistem kerja permission-based marketing ialah pemilik data dapat memberikan informasi media sosialnya, struk belanja, tiket pesawat dan lainnya.

Ketika mereka mendapatkan promosi, maka pemilik bisa mendapatkan keuntungan dalam bentuk uang dan poin. Ikhwan mengklaim sudah ada sekitar 18 ribu lebih pengguna layanan tersebut.

Sementara applicant profiling ialah layanan yang membantu perusahaan melihat lebih dalam data media sosial yang diberikan pelamar di perusahaannya

Dengan analisa sentimen dan perilaku, memungkinkan perusahaan dapat mengenal calon pekerja yang lebih tepat sesuai dengan keinginan perusahaan.

"Untuk permission-based marketing, kami menargetkan milenial, jadi mereka tinggal unduh layanan kami di Google Play Store,” kata Ikhwan.

“Sementara target applicant profiling tentu saja perusahaan-perusahaan, yang kini sudah ada klien dari perusahaan telekomunikasi, startup travel, entertainment, kuliner, sosial, dan lainnya," imbuhnya.

Sumber: ANTARA

Irma Fauzia

https://akurat.co