Olahraga

Start Terdepan, Bagnaia: Saya Tidak akan Gunakan Ban Depan Keras

Pilihan ban depan keras di Misano membuat Bagnaia harus terjatuh.


Start Terdepan, Bagnaia: Saya Tidak akan Gunakan Ban Depan Keras
Pembalap Ducati, Francesco Bagnaia. ( TWITTER/@PeccoBagnaia)

AKURAT.CO, Pembalap Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia melanjutkan penampilan impresifnya pada sesi kualifikasi dengan merebut pole position MotoGP kelima beruntun saat tampil di Sirkuit Algarce, Portimao, Portugal, Sabtu (6/11) malam wib.

Bagnaia bahkan mencatatkan rekor putaran baru pada MotoGP Algarve dengan torehan waktu terbaik, satu menit 38,725 detik. Pembalap Italia itu akan berbaris tepat di depan rekan setimnya, Jack Miller yang mampu mengamankan P2, mengungguli Joan Mir yang mengekor di tempat ketiga.

Namun, seperti yang terjadi di balapan MotoGP, pilihan ban akan menjadi vital bagi pembalap. Sesuatu yang Bagnaia harapkan untuk diperbaiki, tidak seperti di Misano.

Pembalap Ducati itu memilih ban depan keras dan harus terjatuh pada balapan tersebut, ban yang pasti tidak akan ia gunakan untuk balapan nanti.

“Yang pasti saya tidak akan menggunakan ban depan keras. Ini benar. Dari belakang berbeda karena Anda harus melakukan sesuatu yang berbeda untuk memenangkan perlombaan,” kata Bagnaia dikutip laman Crash.net.

“Dengan ban keras, Anda membutuhkan lebih banyak waktu untuk memanaskan ban, tetapi kemudian Anda bisa mendorong lebih banyak. Sedangkan dengan ban medium mungkin Anda harus bisa lebih mengaturnya, tetapi terakhir kali di sini (cuaca) lebih panas dan ban medium melakukan pekerjaan dengan baik.”

Pole lap Bagnaia yang menakjubkan mengantarkannya meraih rekor lap baru di Portimao. Disinggung apa perbedaan terbesar dan bagaimana dia bisa mendapatkan hasil maksimal dari motornya dalam satu putaran, Bagnaia mengatakan hanya coba menampilkan yang terbaik.

“Dari Assen saya berada di depan sekarang dan dalam beberapa balapan terakhir saya selalu meraih pole. Di kualifikasi Anda harus melakukan putaran yang gila dan Anda harus merasa percaya diri dengan segalanya,” kata Bagnaia.

“Saya memiliki perasaan yang sangat bagus dengan bagian depan motor saya, dan ini memberi saya banyak kepercayaan diri dengan pengereman. Terlepas dari ini, saya tidak tahu apa yang sebenarnya berubah.”[]