Ekonomi

Starbucks Ikuti McDonald's Cabut dari Rusia, Nasib Pekerjanya Gimana?

Hengkangnya Starbucks dari Rusia menambah jajaran perusahaan Amerika Serikat yang keluar


Starbucks Ikuti McDonald's Cabut dari Rusia, Nasib Pekerjanya Gimana?
Starbucks (RETAILNEWS.ASIA)

AKURAT.CO, Perusahaan dan ritel kopi Amerika Serikat, Starbucks telah resmi untuk hengkang dari Rusia setelah mereka melayani pelanggannya sejak 2007 lalu atau sekitar 15 tahun mereka berdiri.

Hengkangnya Starbucks dari Rusia menambah jajaran perusahaan Amerika Serikat yang keluar dan tidak berinvestasi kembali disana menyusul adanya operasi militer yang dilakukan oleh Rusia kepada Ukraina.

Amerika Serikat dan Sekutu Baratnya menanggapi dengan serius operasi militer Rusia di Ukraina dengan memberikan sanksi ekonomi dengan tujuan mengisolasi dari perekonomian global. Selain itu, Rusia juga dikeluarkan dari sistem keuangan global akibat operasi militer tersebut. Aturan ini tentu mempersulit perusahaan Barat untuk beroperasi di sana.

baca juga:

Seperti yang diberitakan oleh BBC, Selasa (24/5/2022), Juru bicara Starbucks mengatakan toko-toko akan tutup, perusahaan ini tidak memberikan rincian dampak keuangan dari keputusannya itu. Namun mereka mengatakan akan memberikan bantuan kepada para pekerjanya supaya mereka bisa beralih ke peluang baru di luar Starbucks.

Mereka akan terus membayar hampir 2.000 staf yang bekerja di toko-tokonya di Rusia selama enam bulan.

Perusahaan yang menaungi Starbucks di Rusia, Alshaya Group, mengatakan keputusan mereka untuk pergi adalah pengumuman yang dibuat oleh Starbucks dan merujuk pada pertanyaan ke rantai kopi. Akan tetapi, grup tidak memastikan apakah mereka tetap membuka toko dengan merek baru atau menjual tokonya.

Setidaknya beberapa perusahaan Barat seperti McDonald's dan Renault sebelumnya telah keluar lebih dahulu secara permanen akibat buntut dari operasi militer Rusia. Starbucks mulai memasuki Rusia pada tahun 2007 dan kini telah berkembang menjadi 130 kedai kopi, yang dimiliki dan dioperasikan oleh pemegang lisensi. Kini rantai pasokan kopi ke negara tersebut resmi ditutup.

Pekan lalu, McDonald's mengumumkan bahwa mereka telah menjual hampir 850 restorannya di Rusia kepada pemegang lisensi saat ini, pengusaha Rusia Alexander Govor, yang diperkirakan akan mengubah citra restoran tersebut.

Awal bulan ini, Reuters memberitakan bahwa pembuat mobil Prancis Renault juga mengatakan bisnisnya telah dinasionalisasi dan akan dijalankan oleh entitas pemerintah Rusia, yang mengatakan mereka berharap untuk menghidupkan kembali produksi di bawah merek mobil era Soviet.[]

Sumber: BBC, Reuters