News

Staf Perempuan Edhy Prabowo Terima Gaji Rp31 Juta Untuk Pilah Dokumen

Jaksa KPK heran karena nominalnya dianggap besar


Staf Perempuan Edhy Prabowo Terima Gaji Rp31 Juta Untuk Pilah Dokumen
Suasana persidangan kasus suap benur

AKURAT.CO Jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) heran dengan tugas Staf Khusus (Stafsus) Bidang Administrasi Kelembagaan Edhy Prabowo, Putri Tjatur Budilistyani yang mengaku menerima gaji Rp31 juta.

Hal ini diungkapkan jaksa saat memeriksa Putri Tjatur sebagai saksi untuk terdakwa kasus ekspor benih bening lobster (BBL) atau benur di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (18/5/2021).

Awalnya, Putri Tjatur menerangkan soal tupoksinya selaku stafsus yang ikut menjadi tim uji tuntas atau tim due diligence ekspor benur (benih lobster) bentukan Edhy Prabowo sebagai anggota pelaksana.

"Karena saya sebagai anggota pelaksana (Due Diligence) saya berusaha mengikuti di jam-jam yang saya bisa, karena di luar itu saya stand by untuk tugas dari pak Menteri langsung," kata Putri Tjatur.

Mendengar pemaparan tersebut, jaksa mencecar Putri Tjatur tentang apa saja yang dikerjakan olehnya selama ini saat menjadi stafsus.

"Saya berfokus di administrasi di kantor," kata Putri.

"Tapi saudara sebagai stafsus bidang administrasi kelembagaan, apakah dengan tugas itu saudara sudah pernah menyumbangkan pemikiran terhadap pak Menteri?" tanya Jaksa.

Putri menjawab, selama menjadi stafsus ia belum sempat menyumbangkan pemikiran kepada Edhy Prabowo. Ia mengaku hanya fokus membantu kerja-kerja Edhy Prabowo selaku Menteri KP.

"Ijin pak terus terang saya belum sampai disana karena saya masih berfokus membantu pak Menteri memilah dokumen-dokumen," jawabnya.

"Soalnya saya lihat gaji saudara gede nih Rp31 juta benar? Rp31 juta ada asuransi kesehatan ada sopir ada mobil begitu ya?," cecar jaksa keheranan.

"Siap," saut Putri Tjatur singkat.

"Tugasnya hanya memilah-milah surat itu tadi?" timpal Jaksa.

"Termasuk mengatur agenda beliau pak," jawabnya.[]

Bayu Primanda

https://akurat.co