Ekonomi

SSIA Anggarkan Capex Rp500 Miliar, Berikut Rincian Penggunaannya!

Surya Semesta Internusa menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 500 miliar di 2022. 


SSIA Anggarkan Capex Rp500 Miliar, Berikut Rincian Penggunaannya!
Ilustrasi Laporan Keuangan Laba/Rugi (L/R) (KERAVNOSLAW.COM )

AKURAT.CO, PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 500 miliar di 2022. 

VP Head of Investor Relations Surya Semesta Erlin Budiman mengungkapkan dana capex yang dianggarkan untuk beberapa proyek di subang, akuisisi dan pengembangan maupun renovasi hotel sepanjang di 2022.

"Dana capex yang dianggarkan di 2022, dengan melihat situasi pandemi Covid-19 yang makin terkendali dengan baik," kata Erlin dalam acara Public Expose SSIA secara daring, Kamis (9/12/2021).

Dana capex di tahun 2022, lanjutnya, lebih tinggi dibanding belanja modal sebesar Rp 450 miliar di tahun ini.

Dana belanja modal di tahun ini, kata dia, baru terserap sebesar Rp 350 miliar. Alokasi dananya diarahkan ke akuisisi maupun pengembangan lahan Subang Smartpolitan.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Keuangan Surya Semesta Internusa The Jok Tung meyakini penjualan lahan industri perusahaan semakin membaik di 2022. Namun prediksi itu sesuai asumsi keadaan makro ekonomi membaik di tahun depan.

Dia mengakui bahwa penjualan lahan di tahun ini masih terkendala pembatasan. Pada akhirnya, sambungnya, membuat investor kesulitan datang dalam melihat lahan milik perusahaan.

"Karena biasanya keputusan pembeli lahan, mereka setelah datang melihat situasi dan kondisi lahan yang kita miliki di lapangan," tegas dia.

Tak hanya itu, beberapa lini bisnis perusahaan di tahun depan akan semakin membaik, seperti konstruksi dan perhotelan.

Kinerja bisnis kuartal III

Erlin menyebut, perusahaan membukukan pendapatan sebesar Rp 1,39 triliun di 2021. 

Memang pendapatan perusahaan mengalami penurunan, terutama disebabkan pendapatan konstruksi dan perhotelan yang masing-masing turun sebesar 38,9% dan 39,2%. 

Sementara itu, pendapatan segmen bisnis properti SSIA turun sekitar 2,0%.

Dia menambahkan, pandemi Covid-19 yang berkepanjangan berdampak pada tiga pilar bisnis SSIA. Unit bisnis konstruksi diperkirakan membukukan pendapatan yang lebih rendah di 2021 sekitar 25%, dari pendapatan 2020.

"Sementara itu segmen bisnis perhotelan juga akan membukukan pendapatan yang lebih rendah di tahun ini," tukas dia.

Secara keseluruhan, prospek pendapatan di tahun ini diperkirakan lebih rendah 25 persen, dibanding pendapatan pendapatan tahun 2020.[]