Ekonomi

Sri Mulyani Ungkap Modus Penyelundupan Kendaraan Mewah Sepanjang 2019


Sri Mulyani Ungkap Modus Penyelundupan Kendaraan Mewah Sepanjang 2019
Kemenkeu dan Kemenhub bersama aparat penegak hukum menangkap dan menggagalkan penyelundupan kendaraan di Pelabuhan Tanjung Priok, Selasa (17/12/2019) (AKURAT. CO/Atikah Umiyani)

AKURAT.CO, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa modus penyelundupan motor dan mobil mewah, yaitu melalui cara memberitahukan barang yang tidak sesuai dengan isi sebenarnya.

"Contohnya yang terjadi pada 29 September 2019 temen-temen bea dan cukai menangkap 2 mobil mewah yang dimasukkan ke Indonesia. Pelaku mengakunya barang itu sebagai impor batubata bangunan, kita sudah identifikasi perusahaan negara asal Singapore," jelas Sri Mulyani saat konferensi pers di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (17/12/2019).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu merincikan kasus penyelundupan dilakukan oleh PT SLK, PT TJI, PT NILD, PT MPMP, PT IRS, PT TNA, dan PT TSP. Dengan manifest tertanggal 29-09-2019, PT SLK kedapatan menyelundupkan mobil Porsche GT3RS dan Alfa Romeo dari Singapura dengan total perkiraan nilai barang mencapai Rp2,9 miliar.

"Potensi kerugian negara yang disebabkan mencapai Rp6,8 miliar, sementara itu hingga saat ini terhadap barang yang diimpor oleh PT SLK masih terus dilakukan penelitian oleh DJBC," ungkapnya.

Sebelumnya, DJBC Kementerian Keuangan juga berhasil menggagalkan penyelundupan Mercedez Benz, BMW tipe CI330 model GH-AU30, BMW tipe CI330 Series E46, Jeep TJ MPV, mobil Toyota Supra, mobil Jimny, 8 rangka motor, 8 mesin motor, dan motor Honda Motocompo dari Jepang yang dilakukan oleh PT TJI. Total estimasi nilai barang mencapai Rp1,07 miliar dengan potensi kerugain negara mencapai Rp1,7 miliar. 

Sri Mulyani menyebut pihaknya bersinergi dengan aparat penegak hukum diantaranya Kepolisian Republik Indonesia,TNI, dan Kejaksaan dalam menangkap dan menggagalkan penyelundupan puluhan mobil dan motor mewah ke Indonesia.

"Kami di Kemenkeu akan terus melakukan tindakan sinergi dengan aparat oenegak hukum karena ini tudak bisa kami lakukan sendiri," pungkasnya.[]

Prabawati Sriningrum

https://akurat.co