Ekonomi

Sri Mulyani Sebut Kemiskinan dan Pengangguran Malah Turun, Loh Kok?

kemiskinan kembali turun sebesar 0,05 persen kelevel 10,14 persen pada Maret 2021 atau sekitar 27,5 juta orang..


Sri Mulyani Sebut Kemiskinan dan Pengangguran Malah Turun, Loh Kok?
Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam konferensi pers virtual APBN Kita Desember, Senin (21/12). (AKURAT.CO/Andoy)

AKURAT.CO  Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan penyaluran bansos dalam program perlindungan sosial (perlinsos) berhasil menurunkan angka kemiskinan akibat dampak Covid-19.

Seperti diketahui tingkat kemiskinan pada masa terburuk pandemi di September 2020 masih terjaga di level 10,19 persen, naik secara tahunan (year on year) dari September 2019 yang sebesar 9,22 persen.

Namun program Keluarga Harapan (PKH) hingga bansos tunai (BST) mampu menurunkan kemiskinan kembali sebesar 0,05 persen kelevel 10,14 persen pada Maret 2021 atau sekitar 27,5 juta orang.

Untuk itu perlinsos mampu menahan tingkat kemiskinan Indonesia untuk tidak naik ke level perkiraan terburuk Bank Dunia, yakni 11,2 persen pada 2021.

"Jika tak ada  bansos  maka bisa melonjak 9,22 persen di posisi September (2020) bisa mencapai 11,2 persen," jelas Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita, di Jakarta, Rabu (21/7/2021).

Menurutnya berbagai program perlinsos PEN yang diberikan semenjak tahun 2020, yakni mencapai Rp220 triliun dan tahun ini dialokasikan sebesar Rp187,84 triliun efektif meredam dampak kemiskinan.

Selain itu ia mengatakan penuruan kemiskinan juga terjadi karena membaiknya kesempatan kerja dan keberlanjutan program perlinsos untuk pemulihan ekonomi nasional.

ia menyebutkan bahwa tingkat pengangguran terbuka (TPT) pun menurun seiring pemulihanekonomi dari segi konsumsi, keyakinan, dan optimisme masyarakat, geliat investasi, lonjakan ekspor, hingga dorongan belanja pemerintah.

Dengan demikian, pemulihan ekonomi tersebut menciptakan kesempatan kerja terhadap 1,02 juta orang, sehingga menyebabkan TPT turun 0,81 persen dari 7,07 persen pada Agustus 2020 menjadi 6,26 persen pada Februari 2021.